Jadi Tuan Rumah, Banyuwangi Tuai Apresiasi dari Peserta Konferensi Indonesia Berkebun
Sabtu, 6 Agustus 2016
BANYUWANGI - Kabuparen Banyuwangi kembali dipercaya menjadi tuan rumah event nasional. Kali ini giliran komunitas Indonesia Berkebun yang menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah Konferensi keempat komunitas yang berdiri sejak 2010 itu.
Para peserta yang datang dari 24 kabupaten/kota dan 3 perguruan tinggi tampak menikmati suguhan e-park ditengah kota yang hijau dan rindang. E-park di kawasan GOR Tawangalun sebelumnya adalah lahan nonproduktif seluas 2000 meter persegi. Kini lahan itu dirawat oleh Pemkab Banyuwangi dan komunitas Banyuwangi Berkebun. Disebut e-park karena taman tersebut berfungsi sebagai sarana ekologi, ekonomi, dan edukasi.
Kepala Sekolah Akademi Berkebun Ida Amal yang menjadi salah satu penggerak Indonesia Berkebun mengapresiasi kiprah Banyuwangi. "Ini luar biasa, konferensi keempat dari Indonesia Berkebun yang mendapat dukungan penuh dari Pemkab (Banyuwangi)," tuturnya.
Tidak hanya itu, Ida Amal juga mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi yang selaras dengan tujuan dari Indonesia Berkebun. "Indonesia Berkebun itu tujuannya tiga E, yaitu ekologi, edukasi dan ekonomi dengan cara memanfaatkan lahan-lahan tidur untuk dijadikan kebun yang produktif. Ternyata, langkah-langkah ini telah dilakukan oleh Banyuwangi. Ini patut dicontoh untuk daerah kabupaten/ kota lainnya," ungkap Ida Amal.
Komitmen Banyuwangi dalam mengembangkan urban farming yang menjadi gerakan utama dari Indonesia Berkebun, ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, telah dilakukan sejak lama. Beberapa program dengan merivitalisasi halaman-halaman kantor dan ruang-ruang publik yang kosong menjadi e-park adalah upaya Pemkab Banyuwangi untuk mendorong masyarakat mulai berkebun.
"Gerakan urban farming ini telah kita lakukan sejak lama. Tidak hanya berkebun, kita juga menggalakkan kolam-kolam ikan dan gerakan manghidangkan buah-buah lokal sebagai support untuk kegiatan tersebut," ungkap Bupati Anas saat membuka acara Konferensi IV Indonesia Berkebun di e-park yang berada di komplek GOR Tawang Alun, Banyuwangi, Sabtu (6/8).
Hal senada juga diungkapkan langsung oleh para peserta konferensi. Yuyun yang jauh-jauh datang dari Makasar bersama kedelapan temannya, merasa puas dengan sambutan dan kondisi Banyuwangi yang sejuk dan nyaman. "Banyuwangi ini sejuk, bersih. Nyaman. Puas bisa datang ke Banyuwangi. Apalagi nanti akan naik ke puncak Gunung Ijen, melihat blue fire," tutur perempuan yang mengenakan pakaian adat khas Makassar tersebut.
Delegasi lain dari berbagai daerah di Jawa dan luar Jawa juga mengapresiasi pelaksanaan konferensi di Banyuwangi yang sangat khas. "Di sini dipadukan dengan budaya, ada tari, ada adat. Jadi sebenarnya ini menegaskan bahwa berkebun selaras dengan tradisi dan budaya masyarakat," ujar Dyah Lestari, delegasi dari Jakarta.
Indonesia Berkebun sendiri adalah gerakan komunitas yang bergerak melalui media sosial yang bertujuan untuk menyebarkan semangat positif untuk lebih peduli kepada lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming. Yaitu memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan yang diubah menjadi lahan pertanian/perkebunan produktif lewat peran masyarakat sekitar.