Jambore Sumpah Pemuda Digelar, Ribuan Anggota Pramuka Ikuti Perkemahan
Sabtu, 26 Oktober 2013
CLURING – Peringatan sumpah pemuda, diperingati berbagai kalangan, khususnya kaum muda, dengan berbagai cara. Mulai dari upacara, lomba-lomba hingga penyelenggaraan seminar kepemudaan. Berbeda dengan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Cluring, yang punya cara sendiri untuk menunjukkan kiprahnya dalam membangun karakter bangsa. Kwaran Pramuka Kecamatan Cluring mengumpulkan beberapa gugus depannya untuk berbagi ilmu dan berbagi rasa lewat Jambore Sumpah Pemuda, Jumat (25/10). Jambore tersebut dikemas dalam bentuk perkemahan yang dilangsungkan selama 3 hari ( 25 - 27/10).
Jambore yang diadakan di Lapangan Pahlawan Kecamatan Cluring ini diikuti ribuan siswa SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTsN), SMA/SMK bahkan Sekolah Luar Biasa (SLB). Yang patut diacungi jempol, meski memiliki keterbatasan, para siswa SLB yang terdiri atas 23 orang (10 putra dan 13 putri) semuanya telihat bersemangat mengikuti kegiatan ini layaknya rekan-rekannya yang normal. Mereka yang rata-rata anak-anak tuna rungu dan tuna grahita, sekilas terlihat tak jauh berbeda dengan yang lain. Namun ternyata, kerjasama dan kekompakan yang mereka miliki dalam tim sangat tinggi. Bagaimana tidak, dalam timnya, mereka berbaris berselang-seling (tuna rungu – tuna grahita – tuna rungu – tuna grahita - dan seterusnya). Hal itu bertujuan agar si tuna grahita dapat membantu meneruskan instruksi dengan tepat kepada si tuna rungu. Sementara si tuna rungu selain mengandalkan bantuan si tuna grahita, juga pandai menerjemahkan instruksi pembina dengan mengandalkan gerak bibir.
Daniel Setiadi, merupakan salah satu peserta dari SLB. Siswa kelas 5 SLB PGRI 3 Cluring ini dengan malu-malu mengatakan kalau dirinya sangat menyukai kegiatan berkemah. “Saya senang ikut pramuka dan berkemah. Di sini bisa banyak permainan, belajar tali temali dan bisa ketemu dengan teman-teman baru,” tutur anak yang cacat tuna grahita ini. Dan ini bukan kemah pertama yang ia ikuti. Bersama kawan-kawannya, Daniel sudah tiga kali mengikuti kegiatan serupa. Bahkan dia berbaur dengan anak-anak yang lain seolah tidak memperdulikan keterbatasannya.
Jambore sumpah pemuda ini dibuka oleh Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko yang sekaligus juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyuwangi. Wabup Yusuf menyatakan kebanggaannya dengan peran serta anak-anak dan pemuda dalam kegiatan tersebut. “Dengan mengikuti pramuka, kita belajar untuk mandiri. Dan berkemah adalah media yang tepat untuk menerapkan kemandirian itu. Berusaha menyelesaikan segala sesuatu dengan menjalin kerjasama yang baik dengan teman-teman, meski pun jauh dari orang tua,”ujar Wabup Yusuf. Menurut wabup, pramuka tak hanya menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tapi juga menekankan pentingnya pembentukan watak dan kepribadian.
Wabup menghimbau kepada pihak sekolah untuk memberikan dukungan sepenuhnya pada pengembangan pramuka di sekolah masing-masing. “Jika berkeinginan seluruh siswa ikut terlibat dalam pendidikan kepramukaan, maka sekolah harus melakukan dua hal. Pertama, mengupayakan pendidikan kepramukaan menarik bagi siswa. Misalnya menyediakan pembina yang handal, dan melengkapi gugus depan dengan sarana prasarana kepramukaan. Kedua, mengupayakan lingkungan sekolah mendorong berbagai perkembangan pendidikan kepramukaan. Seperti memasukkan pelaksanaan pendidikan kepramukaan dalam akreditasi sekolah, dan pada waktu menetapkan siswa teladan, memperhitungkan keterlibatan murid dalam kegiatan kepramukaan.
Kegiatan perkemahan ini diikuti anggota pramuka penggalang dan penegak. Terdapat 77 tenda penggalang putra dan 77 tenda penggalang putri. Sementara dari tingkat penegak, ada 6 tenda penegak putra dan 6 tenda penegak putri. Rata-rata satu tenda berisi 8 hingga 13 orang. Outbond dan materi penanggulangan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba adalah salah satu materi yang diberikan. Selain Wabup Yusuf, pembukaan jambore ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Kwarcab Banyuwangi Bidang Abdimas dan Humas, Yos Sumiyatna, pejabat komponen pemkab dan para pembina pramuka di Kecamatan Cluring. (Humas & Protokol)