Jelang Idul Fitri, Bank Jatim Buka Layanan Penukaran Uang

Jumat, 9 Juni 2017


BANYUWANGI – Menjelang lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, warga Banyuwangi mulai menyerbu bank-bank dan tempat-tempat penukaran uang. Seperti pemandangan yang ditemui Rabu (7/6) lalu di Pasar Banyuwangi. Antrean mengular hanya untuk menukarkan uangnya dengan uang pecahan baru. Praktis, dalam jangka waktu dua jam saja, uang pecahan senilai Rp 1 miliar ‘ludes’, berpindah ke tangan warga.

Memenuhi kebutuhan uang di Banyuwangi, Bank Jatim memang telah menyiapkan milyaran uang pecahan yang bisa ditukar warga.  Hal itu dibenarkan Pimpinan Bidang Operasional Bank Jatim, Ridholi Ichwan.

Ridholi mengatakan, Bank Jatim telah  ditunjuk sebagai kas titipan Bank Indonesia. Tahun-tahun sebelumnya bank-bank di Banyuwangi harus jauh-jauh  Jember untuk mengambil uang dari BI Cabang Jember.

“Sekarang bank-bank di Banyuwangi tidak perlu harus ke Jember untuk mengambil uang. Karena  memenuhi kebutuhan uang di Banyuwangi, terutama menjelang lebaran ini kini menjadi tanggung jawab kami. Selain mendistribusikan uang ke bank-bank, kami juga menggelar penukaran uang bagi masyarakat,” terangnya.

Menurut Ridholi, kebutuhan  uang di Banyuwangi menjelang lebaran ini mencapai Rp 609 miliar. Nominal tersebut dibagi untuk 25 bank di Banyuwangi. Di antaranya Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, Maybank, Bukopin, Mega, Danamon, BTPN, Syariah Mandiri dan Muamalat.

“BI mengeluarkan dana sebesar Rp 609 miliar tersebut secara bertahap. Selain untuk didistribusikan ke sejumlah bank, kami juga dipercaya BI untuk membuka layanan penukaran uang baru bagi masyarakat dan nasabah kami. Tujuannya untuk menghindari jual beli uang,” ujar Ridholi.

Penukaran ini, imbuhnya, dilakukan setiap hari Rabu. Hanya saja tempatnya berpindah-pindah. Jika Rabu lalu (7/6) digelar di Pasar Banyuwangi, Rabu depan (14/6) kalau tidak ada perubahan di Pasar Bajulmati - Wongsorejo, dan terakhir di Pasar Banyuwangi kembali pada Rabu (21/6).

“Ini kami lakukan berpindah-pindah supaya ada pemerataan. Sementara untuk wilayah Banyuwangi selatan, seluruh penukaran uang dicover oleh BI langsung. Dan khusus untuk nasabah Bank Jatim, penukaran dilakukan mulai Senin (12/6) depan. Setiap hari Senin hingga Kamis  pukul 10 - 12,” jelas Ridholi.

Penukaran uang tersebut terdiri atas 80 persen uang baru tapi emisi lama, dan  20 persen uang baru emisi baru (2016). Yakni meliputi uang pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. “Masyarakat diperkenankan untuk menukar uangnya dengan jatah maksimal 3 bendel. Kami tidak melihat nominalnya, yang penting maksimal 3 bendel,” terang Ridholi.

Untuk diketahui, Bank Jatim telah ditunjuk sebagai kas titipan oleh BI sejak tahun 2016. Kas titipan adalah uang yang dititipkan BI untuk memenuhi kebutuhan uang dari tiap-tiap bank yang ada.

Fungsi kas titipan, di samping menjaga dan memelihara uang untuk bank-bank, juga untuk menjaga uang dari Perusahaan Uang Republik Indonesia (Peruri)  tetap fresh. Sehingga uang tidak lusuh atau rusak, khususnya untuk nominal kecil yang banyak beredar di masyarakat. (*)

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :