Jelang Lebaran, Pemkab Kebut Perbaikan Jalan 

Kamis, 2 Juli 2015


BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan pengerjaan perbaikan jalan dan pemasangan rambu lalu lintas rampung pada H-7 Hari Raya Idul Fitri 1436 H yang jatuh pada 17-18 Juli 2015. Ruas jalan yang menjadi tulang punggung arus angkutan lebaran di Banyuwangi terdiri atas jalan nasional sepanjang 120 kilometer, jalan provinsi 90 kilometer, dan jalan kabupaten 3 ribu kilometer.  

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Banyuwangi, Mujiono, mengatakan telah mengambil langkah antisipasi menghadapi arus mudik dan balik lebaran. Pihaknya menemukan beberapa kerusakan ruas jalan, penyempitan jembatan dan minimnya rambu lalu lintas di beberapa ruas jalan. “Kami ambil langkah pemeliharaan tambal sulam, memasang marka dan rambu lalu lintas, dan membentuk tim terpadu mengantisipasi force major,” kata Mujiono di kantornya, Kamis (2/7).

Ia menginstruksikan mempercepat pengerjaan, baik jalan nasional dan provinsi, yang masuk wilayahnya. Jika hingga H-7 belum rampung, Mujiono akan menghentikan pengerjaan perbaikan jalan dan pemasangan rambu hingga H+7. “Kalau belum selesai, kami bersihkan tumpukan materialnya dan dilanjutkan lagi setelah H+7. Makanya perlu dipercepat. Kalau tidak bisa, ya ditunda,” ujarnya.

Dari pantauan timnya, jalan provinsi di Banyuwangi masih banyak ditemukan kerusakan, seperti jalan bergelombang dan berlubang. Adapun jalan nasional dan kabupaten secara umum dalam kondisi baik. “Untuk jalan kabupaten, sejak Februari lalu kami telah memperbaikinya karena ada momen Banyuwangi Festival. Jadi sekarang sisa beberapa titik yang dalam perawatan ringan,” kata Mujiono.  

Khusus perbaikan jalan kabupaten akan difokuskan untuk ruas-ruas jalan poros menuju ke tempat pariwisata. Sebab, biasanya momen Idul Fitri sering dimanfaatkan oleh pemudik melancong ke tempat wisata, seperti Pantai Pulau Merah, Grajagan, Gunung Ijen, dan Pantai Boom. “Kami ingin memberi kenyamanan dan layanan saat masyarakat berlibur.” ujarnya.

Pihaknya menghimbau supaya pemudik memanfaatkan jalur alternatif jika menemukan kemacetan panjang. Di Kecamatan Rogojampi misalnya, ia telah menyiapkan jalur alternatif untuk memecah kepadatan kendaraan yang kerap menumpuk di pasar Rogojampi. Jalur alternatif ini terdiri atas lingkar selatan Genteng, lingkar utara Kalipuro, dan lingkar barat Kota Banyuwangi.  Sementara dari selatan ke utara, ruas alternatif Genteng -Karangsari - Rogojampi - Kota Banyuwangi, bisa jadi pilihan. “Kami himbau pemudik berhati-hati selama melintasi jalan di wilayah Banyuwangi,” pesannya. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :