Jelang MTQ, Bupati Anas Motivasi 37 Kafilah Banyuwangi

Kamis, 21 Mei 2015


BANYUWANGI-  Menjelang hari H pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) yang tinggal dua hari lagi, Bupati  Abdullah Azwar Anas  memotivasi 37 kafilah Banyuwangi agar benar-benar siap berlomba. Bentuk motivasi yang ditunjukkan Bupati Anas dengan mengundang mereka, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis (21/5).

Di hadapan 37 kafilah, Bupati Anas meminta para kafilah selalu menjaga kesehatan agar  tetap prima.Sehingga mampu menunjukkan penampilan yang baik selama mengikuti MTQ. “Selain persiapan materi, jaga kesehatan itu sangat penting. MTQ ini kan modal utama kan suara, sehingga yang terpenting harus jaga stamina agar selalu fit. Dan untuk jaga stamina bagus kita gak perlu repot ataupun biaya mahal, cukup olah raga rutin dan jaga pola makan,” kata Bupati.

Bupati alumni Harvard University ini juga menceritakan bagaimana menjaga kesehatan di balik aktivitasnya yang padat. Sebelum melakukan aktivitas, Bupati Anas terbiasa melakukan treatmeal setiap pagi.“Setidaknya itu yang saya lakukan agar badan saya tetap bugar dan bisa beraktivitas seharian penuh. Saya berharap para kafilah ini rajin berolah raga supaya tetap sehat sampai MTQ selesai,” ujar bupati berusia 42 tahun ini.

Selain memotivasi kafilah, Bupati juga meminta kepada panitia MTQ untuk benar-benar all out sebagai tuan rumah penyelenggara. Ada tiga hal yang harus kita capai dari event ini, yakni sukses penyelenggaraan, sukses kepesertaan dan sukses pertanggungjawaban.“Saya ingin setelah event ini selesai semua puas dan pulang membawa kesan senang dan kenangan indah tentang Banyuwangi. Jangan sampai mereka kembali ke daerahnya dengan rasa kecewa. Dan yang terpenting sebagai tuan rumah, kita juga harus bisa meraih juara,” kata Bupati.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Santoso, menambahkan 37 kafilah ini sudah siap bertanding. Bahkan, persiapan ke-37 kafilah ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk berlomba di MTQ 2015 ini, jelas Santoso, kafilah sudah melakukan persiapan penuh selama satu tahun dengan metode yang lebih baik. Selain berlatih mandiri di rumah, kafilah juga dititipkan ke rumah pembinanya langsung,sehingga mereka bisa praktek langsung di depan ahlinya.

“Dengan metode ini, kafilah jauh lebih siap.Kami optimis bisa mencapai target masuk lima besar, dari berbagai cabang lomba. Seperti tilawah dewasa, Qira’at Sab’ah dari cabang qira’at, kaligrafi dan dekorasi,” ujar Santoso.

  Hal ini juga diamini Faridatunatifah, peserta cabang Qira’at Sab’ah yang telah siap 95 persen. “InsyaAllah saya akan berjuang maksimal dan menjadi juara,” cetusnya. (Humas&  Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :