Jelang SJSN, Bupati Sharing Dengan Kepala RS Umum dan Swasta

Kamis, 5 September 2013


BANYUWANGI – Menjelang pemberlakuan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) 2014, yang akan dilaksanakan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) pemerintah pusat, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengumpulkan seluruh pimpinan Rumah Sakit Umum dan Swasta, Klinik dan Puskesmas se kabupaten Banyuwangi, di halaman belakang Pendopo Shaba Swagata, Rabu (4/9). Gunanya untuk sharing bagaimana memberikan peningkatan pelayanan kesehatan, termasuk kebutuhan anggaran BPJS ini.

Dalam sharing yang berlangsung hampir dua jam itu, Bupati Anas memberikan kesempatan kepada seluruh pimpinan RS dan Klinik, termasuk Kepala PT Askes, Adi Sunarno untuk menguraikan ide, gagasan atau masukan demi peningkatan kesehatan masyarakat dan anggaran terkait BPJS. “Karena ini 2014, otomatis anggaran harus kita bicarakan sekarang. Kalau lewat bulan ini berarti tidak 2014, tetapi 2015. Ini perlunya kita kumpul sekarang. Untuk pemberlakuan SJSN nanti, saya kira Banyuwangi siap. Apalagi kita saat ini telah memiliki jaringan IT yang bisa dikoneksikan ke seluruh rumah sakit dan puskesmas dengan program e-health. Harapan saya Banyuwangi bisa menjadi trend setter kabupaten lain dalam mengkoneksikan jaringan IT untuk layanan kesehatan,” kata Bupati Anas membuka dialog bersama para profesional medis ini.

Terkait SJSN, Direktur RS Yasmin dr Sauki menyatakan, ke depan memang sudah waktunya masyarakat mengasuransikan kesehatannya dan pemerintah berkewajiban membiayainya.Tetapi ini juga berat dan harus dipikirkan secara rinci kebutuhan yang paling urgent.  

Sementara itu, Direktur RS Al-Huda, dr Farida MMRS sempat memuji Bupati yang sangat konsen dengan SDM terutama tentang SDM kesehatan di Banyuwangi. Dengan adanya SJSN tentu akan ada perubahan besar. Saya kira SJSN di tahun 2014 nanti hanya mengcover 40 persen masyarakat Banyuwangi. Untuk ini saya kira anggaran terlalu berat kalau ditanggung pemerintah. Karenanya saya memberikan masukan bisa dianggarkan bersama swasta, sehingga  dengan demikian uang dari Banyuwangi, dan berputar untuk masyarakat Banyuwangi.“Saya juga senang pengertian Bupati terhadap problem yang saat ini, yakni  SDM kesehatan.  Apalagi dengan rencana akan beroperasinya SJSN pada 1 Januari 2014 nanti,” kata dr Farida.

Menanggapi hal ini, Bupati mengingatkan untuk menghadapi hal ini semua rumah sakit harus kompak sehingga bisa memberikan layanan kesehatan. “Nanti kita akan lanjutkan pertemuan  tentang formula SJSN ini. Saya tidak tahu juga kalau para dokter belum tahun pelaksanaan sistem SJSN ini. Saya tidak mau exercise 2014 ini dimulai 2014 tetapi harus sekarang. Memang trend BPJS nanti konsolidasi antara pemerintah dan swasta. Saya nanti ingin ketemu para dokter spesialis untuk bisa detail hitungan ini. Saya kira Rp 20 miliar untuk 40 persen lebih pemkab siap, tetapi saya setuju dengan usul dr Farida ada konsolidasi dengan swasta ,” kata Bupati.
Terkait program SJSN ini,rata-rata para pemimpin rumah sakit ini belum mengetahui pelaksanaan sistem baru tersebut. Bahkan mereka banyak yang mengaku belum menerima sosialisasi secara detail terkait program asuransi kesehatan rakyat ini. (Humas dan Protokol)





.

 

 

 






 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :