Jenguk Penulis Lontar Yusuf, Bupati Anas Sedih
Kamis, 8 Januari 2015
BANYUWANGI – Senari (70) terbaring lemah di sebuah bale-bale dapur rumahnya. Siapa menyangka orang yang sudah tua renta ini, adalah penulis kitab Lontar Yusuf, bacaan warga Banyuwangi yang mengisahkan Nabi Yusuf. Umumnya, Lontar Yusuf ini dibacakan berkelompok setiap malam.
Sudah ratusan kitab Lontar Yusuf sudah dicetaknya dengan tangan. Butuh beberapa bulan untuk mencetak kitab ini. Namun sudah beberapa bulan ini, Senari tak bisa lagi menulis kitab Lontar Yusuf, seiring dengan menurunnya kesehatan sang penulis ini.
Mendengar kondisi sang maestro pembaca kitab Yusuf sakit, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas langsung bergegas mengunjungi seniman ini. Sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (7/1) Bupati Anas mendatangi rumah Senari yang berada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Di rumah yang sangat sederhana ini, orang nomor satu di Banyuwangi ini tampak terharu dan sedih melihat kondisi Senari. Sambil memberikan support dan motivasi untuk cepat sembuh, Bupati Anas juga memberikan sedikit bantuan kepada Senari.
“Pak Senari ini merupakan orang satu-satunya yang membuat kitab ini. Belum ada penerusnya. Makanya kita ingin pak Senari sehat dan mengajarkan menulis kitab Lontar Yusuf,” ujar Bupati Anas.
Usai menjenguk Senari, Bupati Anas menginstruksikan kepada stafnya yakni Dinas Kesehatan dan RSUD Blambangan Banyuwangi, untuk terus memantau kesehatan warga Kemiren ini. Sebelum dirawat di rumah, Senari juga telah dirawat secara intensif di RSUD Blambangan selama satu Minggu.
“Saya minta Dinas Kesehatan dan RSUD mengawal kesehatan beliau. Dokter-dokter sekitar sini harus menjenguk dan melihat kondisi beliau. Jika sehat kita bisa serap ilmunya untuk pelestarian budaya pembacaan kitab Lontar Yusuf,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi, dr Taufik Hidayat, menyatakan sampai saat ini Senari memang masih dalam pantauan dari rumah sakit. ““Ada Dimensia Semilis. Kita tetap akan pantau, tapi karena Senari minta dirawat di rumah, kita menuruti. Sakit yang dialami oleh Senari ini adalah penyakit karena faktor usia, ini butuh ketelatenan dan perawatan secara menyeluruh,” kata dr Taufik. (Humas Protokol)