Jepara Belajar Inovasi Pengembangan Daerah Ke Banyuwangi

Senin, 4 Desember 2017


BANYUWANGI- Mendengar sejumlah capaian prestasi yang telah dicapai Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berkunjung ke Banyuwangi. Kabupaten yang dikenal dengan kerajinan ukiran kayu ini ingin belajar bagaimana mengembangkan daerahnya hingga banyak menarik investor ke Banyuwangi. Asisten Pemerintahan Kabupaten Jepara, Akhmad Junaidi, menyatakan, selama ini pihaknya telah banyak mendengar prestasi yang telah dicapai Banyuwangi. Mulai pengembangan pariwisata, pengelolaan pemerintahan hingga peningkatan kesejateraan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Melihat hal ini kami sangat ingin belajar ke sini untuk menyerap berbagai ilmu dari Banyuwangi untuk kami terapkan di daerah kami. Meskipun dengan menempuh perjalanan cukup melelahkan 16 jam, kami tetap semangat untuk datang ke sini,” kata Junaidi, saat berada di Lounge Pelayanan Publik, Senin (4/12). Tak hanya itu, imbuh dia, pihaknya juga ingin belajar bagaimana menarik investor untuk datang ke Banyuwangi hingga membuat Banyuwangi menjadi maju seperti ini. “Banyuwangi ini hebat, semua programnya menarik. Kami benar-benar ingin tahu bagaimana membangunnya,” kata dia.

Menyambut kunjungan Kabupaten Jepara ini, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Suyanto Waspo T, memaparkan dengan detail sejumlah sejumlah program inovasi yang dibuat oleh Pemkab Banyuwangi dalam mengembangkan daerahnya. Mulai membuka infrastruktur bandara sebagai gerbang pembuka keterisolasian Banyuwangi. Membuat sejumlah agenda Banyuwangi festival, mengembangkan destinasi pariwisata yang bisa menarik wisatawan untuk datang ke Banyuwangi. “Insfrastruktur bandara menjadi program pertama Banyuwangi. Karena itu untuk membuka akses bisa masuk Banyuwangi,” paparnya. Selain itu, Yayan sapaan akrab Kepala Bappeda ini juga memaparkan sejumlah inovasi Informasi Teknologi (IT) untuk pelayanan publik, keuangan hingga reward untuk birokrasi sebagai mendorong semangat dalam bekerja. Reward ini berbentuk e-kinerja.

“E-Kinerja ini merupakan penghitungan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis teknologi informasi. Sistem ini bisa menjamin output kinerja setiap ASN. Dengan sistem ini, lanjutnya, tunjangan ASN yang diberikan mengacu pada kinerjanya, bukan aspek-aspek nonteknis. Siapa yang berprestasi, maka dia yang akan mendapatkan reward, demikian pula sebaliknya. ” ujar Yayan. Rombongan kunjungan kerja (kunker) Kabupaten Jepara ini ada 18 orang. Mereka berada di Banyuwangi mulai 3- 5 Desember 2017. Selama di Banyuwangi mereka akan mengunjungi beberapa destinasi wisata. (*)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :