Jusuf Kalla Hadiri Gerakan Ribuan Donor Darah
Kamis, 9 Mei 2013
BANYUWANGI – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat H M Jusuf Kalla, menghadiri gerakan donor darah yang dilakukan oleh ribuan masyarakat Banyuwangi. Kegiatan yang digelar Kamis (9/5) di lapangan Tenis Indoor GOR Tawangalun, diikuti 4.010 pendonor. Jusuf Kalla datang bersama Bos Bosowa Group Aksa Mahmud, sekitar pukul 10.30 WIB setelah menghadiri pertemuan Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Masjid Jami’ Baiturrohim Rogojampi.
Dalam kesempatan itu, mantan Wapres RI di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I tersebut menegaskan pentingnya donor darah. Selain baik untuk kesehatan manusia, donor darah merupakan sedekah yang paling berharga. Karena donor darah langsung ditransfer dari manusia ke manusia tanpa melewati perantara. “Inilah hal yang penting dalam hidup kita, bisa saling membantu. Apalagi membantu dari apa yang kita punya dan yang paling berharga dalam diri kita, yakni darah kita,” tutur JK sapaan akrab Jusuf Kalla.
JK juga sempat memuji gerakan donor darah yang dilakukan masyarakat Banyuwangi. Bahkan kata JK, untuk Jawa Timur ketersediaan stok darah dan ritme donor darah teratur, selalu di atas 6.000 stok kantung darah yang ada. “Dan untuk Indonesia, ada 4,5 juta pendonor,” kata JK.
JK juga memberikan penghargaan satya lencana dari Presiden RI kepada tiga pendonor asal Banyuwangi yang telah melakukan donor darah sedikitnya 100 kali. Salah satunya, Cornelis Mangisi yang mengaku telah melakukan donor darah sejak usia 30 tahun, total hingga sekarang telah melakukan 105 kali donor darah.
Selain itu, JK yang didampingi Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Ketua PMI Cabang Banyuwangi, Yusuf Widiyatmoko, memberikan santunan kepada 1.250 kaum dhuafa dan 1.200 yatim piatu. Yang dilanjutkan dengan menyapa dari dekat para pendonor darah.
Istimewanya, selain JK dan Aksa Mahmud, kegiatan ini juga dihadiri rombongan Dirjen Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Saut Situmorang dan beberapa orang asing dari The Institute of Public Administration of Canada (IPAC), yang secara kebetulan akan mengadakan workshop di Banyuwangi. (Humas dan Protokol)