Kabupaten Bantul Gagas Pertukaran Wisatawan Pelajar Dengan Banyuwangi

Selasa, 9 Agustus 2016


BANYUWANGI – Keberhasilan Banyuwangi memajukan pariwisata mendapatkan apresiasi dari daerah lain. Salah satunya Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta. Secara Khusus Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, datang ke Banyuwangi untuk belajar pengelolaan pariwisata di kabupaten The Sunrise of Java ini. Pada kesempatan ini Pemkab Bantul menggagas kerjasama pertukaran wisatawan pelajar antara Bantul dan Banyuwangi.

Abdul Halim Muslih mengatakan, Bantul memiliki kesamaan dengan Banyuwangi dimana pariwisata, termasuk didalamnya seni dan budaya mendapatkan perhatian utama dan menjadi bidang unggulan yang menjadi basis kemajuan masyarakatnya.

“ Kami melihat Banyuwangi sudah banyak kemajuan utamanya dibidang pariwisata. Kami memandang perlu bekerjasama dengan banyuwangi. Alangkah hebatnya kalo Banyuwangi dan Bantul bisa bekerjasama saling mendukung kemajuan kedua daerah,” Kata Abdul Halim saat berkunjung di Lounge Pelayanan Publik, Pemkab Banyuwangi, Selasa (9/8).

Sebagai permulaan, kata Abdul kerjasama yang ditawarkan oleh Pemkab Bantul adalah pertukaran wisatawan pelajar antara Bantul dan Banyuwangi dimana karya wisata pelajar Bantul yang biasanya menyasar Malang dan Bali akan diarahkan untuk berkunjung ke Banyuwangi. Begitu juga sebaliknya pelajar Banyuwangi bisa berkunjung ke Bantul.

“Kunjungan wisata pelajar ini akan menjadi permulaan kerjasama yang praktis dan nyata antara Pemkab Bantul dan Banyuwangi. Karya wisata pelajar nantinya akan dikemas sebagai edutourism, tidak lepas dari konsep ecotourism Banyuwangi,” kata Abduh.

Sedangkan untuk pelajar Banyuwangi dengan berkunjung ke Bantul akan mendapatkan pengalaman wisata seni dan budaya. Bantul sendiri memiliki basis seni dan budaya yang kuat serta merupakan sentra berbagai macam kerajinan di Jogjakarta.

“Bantul jadi sentra kerajinan di Yogyakarta ada Kampung Keris, Kampung Batik,  kami juga punya desa wisata. Kami berharap pelajar Banyuwangi bisa menginap di kampung wisata kami,” kata Abduh.

Untuk memperkuat kerjasama, Abduh berharap ada penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara dua kabupaten ini. Kedepannya selain pertukaran wisatawan pelajar dia juga berharap ada transfer knowledge untuk peningkatan pariwisata antara kedua daerah.

“Masing-masing daerah ini punya best practise yang menjadi ungulan. Kita bisa bertukar pengalaman. Banyak juga inovasi Banyuwangi yang bisa dijadikan contoh oleh Bantul. Seperti Lounge Pelayanan Publik ini, akan kami jadikan inspirasi untuk peningkatan pelayanan publik di Bantul,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik gagasan Pemkab Bantul untuk menjalin pertukaran wisatawan pelajar dengan Banyuwangi. Saat ini Mou untuk menindak lanjuti kerjasama ini pun tengah disusun. Antara tim Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Bantul dan tim Banyuwangi.

“Bantul kotanya sudah maju lebih dulu dari Banyuwangi mereka juga punya resources yang bagus. Jadi kerjasama ini sebuah kehormatan buat kita,” kata Bupati Anas.

Selain kerjasama tersebut Anas juga menyambut baik sharing knowledge antara Bantul dan Banyuwangi di bidang pariwisata. Menurutnya SDM pariwisata di Bantul sudah maju dan bisa dijadikan referensi bagi pelaku wisata Banyuwangi.

“Bantul sudah punya Kampung Batik, Kampung Keris kita bisa belajar sisi SDM pengembangan pariwisata sebaliknya Bantul bisa belajar bagaimana mengelola event yang dikemas sebagai promosi pariwisata dari Banyuwangi,” pungkas Anas. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :