Kabupaten Demak Belajar SAKIP & Pelayanan Publik ke Banyuwangi
Jumat, 21 Juli 2017
BANYUWANGI – Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah berkunjung ke Banyuwangi. Rombongan diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Jumat (21/7).
Kunjungan kerja Kabupaten Demak ini khusus untuk belajar tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Smart Kampung,Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik dan Inovasi Pelayanan Publik.
“Kami membawa 80 orang staff kami kemari untuk menimba ilmu tentang banyak hal, khususnya terkait SAKIP, smart kampung dan inovasi pelayanan publik. Sebab Banyuwangi jauh lebih leading soal itu,” ujar Bupati Demak, H.M. Natsir yang juga mengajak serta Wakil Bupati Demak dan Sekretaris Daerah-nya.
Menurut Natsir, sebenarnya pihaknya sudah lama ingin berkunjung ke Banyuwangi. “Setelah beberapa waktu lalu bertemu Bupati Anas di Jakarta, saya sangat ingin segera ngangsu kaweruh di Banyuwangi, tapi baru bisa sekarang,” kata Natsir.
Natsir mengaku senang datang ke Banyuwangi. “Kami senang datang kemari. Diterima dan dijamu dengan hangat. Cara penerimaan tamu ini juga termasuk salah satu hal yang ingin kami contoh,” beber Natsir.
Selain itu, Natsir mengaku pihaknya juga ingin meng-explore sejumlah destinasi wisata yang ada di Banyuwangi. “Betah rasanya berada di Banyuwangi. Sejak kemarin kami berada di sini, rasanya betah,” katanya lagi.
Saat menerima kunjungan tersebut, Bupati Anas memberikan apresiasinya. “Inilah cara kami menerima tamu. Sebab kami yakin, dengan pelayanan yang baik dan tulus, setiap tamu yang datang akan mendoakan kami dan membawa keberkahan,” aku Anas.
Ditanya kiat suksesnya menjadikan Banyuwangi menjadi maju, Anas membeberkan beberapa upaya yang dilakukannya bersama jajaran Pemkab Banyuwangi. “Kami menekankan pentingnya konsistensi dalam mengerjakan tugas. Kuncinya, antara pimpinan dan bawahan harus solid. Kita benar-benar bekerja untuk memberikan layanan yang baik, bukan untuk pencitraan,” tandas Anas.
Anas menyebut public relationnya Banyuwangi bukanlah Bagian Humas & Protokol saja, tapi seluruh rakyat Banyuwangi. Semangat rakyat untuk sama-sama membangun menjadikan berbagai potensi Banyuwangi mengemuka dan menjadi kuat. “Bisa dicek di agenda festival kami tahun ini, banyak kegiatan yang tumbuh dari masyarakat. Semuanya bersemangat dan berlomba-lomba menampilkan potensi terbaiknya. Bahkan hampir tiap desa mampu mendeskripsikan kekayaan potensi desanya lewat video kreatif yang mereka buat. Tugas kami memberikan dukungan dan mem-blow up-nya melalui Banyuwangi Festival ,” jelas Anas.
Anas juga memaparkan berbagai capaian Banyuwangi, mulai dari bandara, kebijakannya yang melarang hotel kelas melati tumbuh, namun mendorong homestay dimana-mana agar dapat memberikan keuntungan langsung pada rakyat. Hotel-hotel besar diwajibkan desain interiornya menampilkan ciri khas Banyuwangi. Melarang keberadaan mall di tengah kota dan karaoke. Hingga menjadikan pariwisata Banyuwangi berbasis ecotourism .
Dalam kunjungannya ini, Pemkab Demak langsung berkunjung ke beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sesuai dengan yang mereka butuhkan. Sebelumnya mereka juga sempat mengunjungi Lounge Pelayanan Publik Kantor Pemkab Banyuwangi untuk melihat bagaimana layanan yang terintegrasi di beberapa tempat berbeda bisa dipantau dari kantor Pemkab Banyuwangi. (*)