Kabupaten Madiun Ngangsu Kaweruh di Banyuwangi
Rabu, 16 Desember 2015
BANYUWANGI – Kabupaten Madiun kembali menginjakkan kaki di Bumi Blambangan untuk ngangsu kaweruh tentang berbagai hal, Rabu (16/12). Yakni mulai dari keuangan berbasis akrual yang telah diterapkan Banyuwangi. Selain itu mereka juga belajar tentang e-Village Budgeting (e-VB), e-Monitoring System (eMS) dan masalah Information Technology (IT).
Rombongan yang berjumlah 15 orang ini dipimpin Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna BAPPEMAS Kabupaten Madiun, Kadar Suwono. Rombongan diterima Asisten Administrasi Pemerintahan, Choiril Ustadi Yudawanto di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi.
“Silahkan timba ilmu sebanyak-banyaknya, kami sangat terbuka menerima bapak ibu semua. Sebagaimana dulu kami ingin memajukan daerah ini, kami juga mencari benchmark dari berbagai daerah yang menjadi jujugan kami. Sekarang tinggal Kabupaten Madiun yang ingin membranding kotanya seperti apa,” kata Ustadi.
Untuk diketahui, terkait penerapan keuangan berbasis akrual, Banyuwangi merupakan satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang sudah menerapkan akuntansi berbasis akrual. Penerapannya setahun lebih cepat, yaitu pada 2014. Sesuai Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010, seluruh entitas pemerintahan di Indonesia harus menerapkan basis akrual selambat-lambatnya untuk penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2015. Sebelumnya, LKPD menggunakan basis kas.
Adapun e-VM difungsikan untuk mengawasi program pembangunan di desa, baik program fisik maupun non fisik. Setelah dihitung, ada lebih dari 4000 program di 189 desa yang ada di Banyuwangi. Untuk pengawasan program fisik, misalnya, setidaknya dibutuhkan 3 kali kunjungan. Sehingga butuh 12 ribu kali kunjungan pengawasan. Kunjungan sebanyak itu tidaklah efektif dan efisien. Keberadaan e-VM sangat membantu karena semuanya juga berbasis online. (Humas & Protokol)