Kabupaten Pinrang Sulsel MoU dengan Pemkab Banyuwangi

Jumat, 10 November 2017


BANYUWANGI – Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Penandatanganan tersebut dilakukan di pendapa Kabupaten Banyuwangi, Jumat malam (10/11).

Bupati Pinrang, Aslam Patonangi menyatakan kekagumannya terhadap Banyuwangi. “Kami punya cita-cita ingin mengembangkan pariwisata kami. Sebagaimana Banyuwangi yang mampu mengemas 72 event  dan menjadikannya sebagai daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” kata Aslam yang hadir bersama Sekretaris Daerah Pinrang dan para kepala SKPD.

Aslam mengaku pihaknya ingin belajar banyak dari Banyuwangi. “Kami ingin menduplikasi semua aplikasi yang ada di Banyuwangi. Tujuannya supaya kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik, transparan dan akuntabel bagi masyarakat Pinrang,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mempersilahkan Pinrang untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. “Tapi pesan kami jangan sepenuhnya meng-copy suatu daerah. Banyak daerah yang meng-copy dari daerah lain, tapi ruhnya tidak dapat. Karena itu teruslah berupaya untuk mencari terobosan yang sesuai untuk pengembangan daerah anda ke depan,” tandas Anas.

Anas kemudian juga membeberkan bahwa dirinya menekankan untuk membangun dengan sistem. “Kami putuskan untuk membangun dengan sistem. Memperbaiki segala sesuatu dari bawah. Melibatkan PNS sebagai event organizer di setiap acara, sekaligus juga melatih mereka untuk menjadi Public Relation (PR) bagi Banyuwangi. Ini yang menjadi kekuatan utama bagi kami dan cara kami mendorong sinergi antar SKPD,” beber Anas.

Dihelatnya berbagai event, imbuh Anas, sesungguhnya tak hanya sekedar event biasa yang bersifat menghibur, tapi juga menjadi konsolidasi antara pemkab dengan rakyat.

Contohnya event International Tour de Ijen yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi pembalap di sepanjang jalur yang dilalui. Dengan event ini pun, jalan-jalan penghubung antar desa antar kecamatan yang rusak-rusak pun mendapat perhatian. Total jalan sepanjang 500 Km per tahunnya.

Begitu pula dengan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). “Kami menggelar BEC bukan semata-mata terpaku pada bagusnya desain baju. Tapi ini menjadi cara kami menumbuhkan prakarsa, kreativitas dan keterlibatan masyarakat,” lanjut Anas.

Penandatanganan MoU yang dilakukan antara Pinrang dan Banyuwangi ini meliputi 7 hal. Yakni Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah, pengembangan smart city dan e-government, manajemen Sumber Daya Aparatur Sipil Negara, pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat dan peran serta masyarakat. Juga terkait ekonomi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, kependudukan, sosial budaya dan pariwisata. Serta obyek dan potensi daerah lainnya yang bisa meningkatkan daya saing daerah. (*)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :