Kabupaten Serdang Bedagai MoU dengan Pemkab Banyuwangi
Selasa, 6 Juni 2017
BANYUWANGI – Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara menunjukkan keseriusannya untuk menimba ilmu dari Banyuwangi. Hal itu dibuktikan dengan dilakukannya Memorandum of Understanding (MoU) antara Kabupaten Serdang Bedagai dan Pemkab Banyuwangi, Selasa (6/6).
MoU tersebut terkait Replikasi Pengembangan Sistem InformasiPerencanaan dan Pengelolaan Keuangan Daerah serta Aplikasi e-kinerja.
“Saya tertarik betul dengan Banyuwangi. Di masa bupati sebelumnya saya sudah ingin kemari, namun tidak kesampaian. Nah, di masa kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas ini gaung Banyuwangi semakin kencang. Banyak media memberitakan, pariwisata menggeliat. Ini yang menjadi alasan kuat kami untuk berkunjung kemari,” beber Bupati Serdang Bedagai, Soekirman saat ditemui Bupati Anas di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, sebelum dilakukannya MoU.
Tak tanggung-tanggung, Soekirman mengajak Sekretaris Daerah (Sekda)-nya dan beberapa kepala dinas. Rombongan juga diajak untuk melihat-lihat beberapa capaian program Pemkab Banyuwangi melalui deretan layar-layar komputer yang tersedia di lounge. Juga menyaksikan beberapa ruang di lounge yang berdesain unik, yakni di ruang rapat mini dan toilet.
Bupati Anas mengaku sangat senang mendapat kunjungan dari kepala daerah Serdang Bedagai. Orang nomor satu di Banyuwangi itu mempersilahkan Serdang Bedagai untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari Banyuwangi. “Benchmark itu memang penting agar kita berubah menuju arah yang lebih baik,” ujar Anas sambil mencontohkan pembangunan lounge yang terinspirasi dengan desain gedung di Kanada.
Anas juga berbagi tips bagaimana Banyuwangi bisa maju. Salah satunya malalui pelibatan masyarakat dalam setiap program pemerintah. “Keterlibatan masyarakat atau partisipasi publik itu penting. Misalnya bagaimana masyarakat sekitar Pantai Bangsring Banyuwangi yang dulunya suka ngebom terumbu karang, kini berubah menjadi warga yang peduli lingkungan dan aktif melakukan penanaman terumbu karang,” kata Anas.
Ini menarik sekali, aku Anas, sebab alam bisa saja dibersihkan, tapi menyulap karakter orang supaya berubah seperti ini butuh kesabaran. Keberhasilan atas perubahan karakter masyarakat tentunya menjadi satu hal penting yang harus terus didukung dan dikawal pemerintah daerah.
Serdang Bedagai memiliki potensi yang hampir sama dengan Kabupaten Banyuwangi. Potensinya berupa 190 ribu hektar perkebunan karet, kelapa sawit dan kakao, dengan pertanian sebagai penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)-nya. Kabupaten ini memiliki pantai yang jumlah masyarakat pesisirnya cukup besar. Kabupaten ini terdiri dari17 kecamatan, 237 desa dan 6 kelurahan. Terdapat 700 ribu penduduk yang tinggal di dalamnya. Mereka terdiri atas multi etnis, namun kebanyakan adalah keturunan suku Jawa dan Batak. (*)