Kakanwil DJBC Jatim II Kunjungi Banyuwangi
Kamis, 17 Maret 2016
Banyuwangi - Kepala Kantor Wilayah (kakanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Timur II, Nirwala Dwi Haryanto, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banyuwangi. Kunjungan pada Rabu pagi (16/3) itu langsung disambut oleh Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko di aula Rempeg Jogopati. Kunjungan ke Banyuwangi tersebut, merupakan kunjungan pertama Nirwala yang baru saja menjabat sebagai kepala Kanwil DJBC Jatim II yang meliputi delapan Kantor Pembantu Pengawas Bea Cukai (KPPBC). Mulai dari KPPBC Malang, Kediri, Tulung Agung, Blitar, Madiun, Panarukan, Probolinggo dan Banyuwangi.
Banyuwangi sengaja menjadi jujukan pertama, menurut Nirwala, karena dinilai sebagai kabupaten yang memiliki pertumbuhan dan potensi ekonomi yang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Faktor tersebut, menjadi perhatian khusus dalam masalah kepabeaan dan cukai. "Kita sengaja memilih Banyuwangi sebagai kunjungan kerja pertama, karena Banyuwangi memiliki pertumbuhan dan potensi ekonomi yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Nirwala.
Nirwala melalui Kepala KPPBC Banyuwangi, Benyamin Lilipaly, itu memaparkan bahwa ada delapan perusahaan di Banyuwangi yang melakukan kegiatan ekspor. Komoditas yang diekspor tersebut diantaranya adalah BBM, semen, gas, beras, kapal fery, dan speapart kapal. Sedangkan untuk cukai rokok sendiri, di Banyuwangi ada 12 produsen rokok yang masih aktif. "Di Banyuwangi ada 12 produsen rokok dan delapan eksportir. Mulai dari BBM, semen, gas, beras, kapal fery dan sparpart kapal. Untuk kapal fery dan sparpart sendiri diproduksi oleh PT Lundin," papar Lilipaly.
Dalam pertemuan tersebut, Nirwala juga mendorong Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk meningkatkan kerjasama dengan DJBC. Potensi kerajinan dan barang-barang hasta karya yang diproduksi di Banyuwangi selama ini banyak yang diekspor keluar negeri. Namun, menurut Nirwala, kegiatan ekspor tersebut tidak dilakukan langsung di Banyuwangi, tetapi melalui Bali atau Surabaya. Selain menambah biaya kirim, hal tersebut juga mengurangi potensi pendapatan daerah dari kepabeaan. Nirwala mengharapkan Pemerintah Daerah Banyuwangi memfasilitasi produsen-produsen lokal tersebut, bisa langsung melakukan ekspor dari Banyuwangi tanpa melalui perantara di tempat lain.
Selain itu, Nirwala juga melihat potensi Banyuwangi dari dibangunnya Marina Bay di Pantai Boom. Ke depannya, keberadaan yatch dan kapal pesiar yang bersandar di Pantai Boom dapat ditangani pihak DJBC secara efektif. Dalam pemaparannya, DJBC sendiri telah menyiapkan sistem perizinan dan pemeriksaan online yang terintegrasi secara nasional untuk melakukan melayani kapal-kapal pesiar. Lilipaly mengaku, KPPBC Banyuwangi telah melakukan kerja sama dengan pihak Pelindo III yang akan menjadi pengelola Marina Bay di Pantai Boom tersebut. KPPBC Banyuwangi telah disediakan dermaga dan kantor untuk melakukan aktivitas kepabeaanan.
Akses ke Banyuwangi yang tidak hanya bisa diakses melalui laut dan darat, namun juga melalui udara juga menjadi perhatian DJBC. Tugas DJBC sebagai communty protection mengamanatkan untuk mengawasi keluar masuknya barang, baik melalui laut maupun udara. Narkoba dan bahan cetakan (buku dan lain sebagainya) yang mengandung konten terlarang adalah bagian tugas DJBC untuk melakukan pengawasan.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko, menyambut antusias pihak DJBC yang berkenan berkunjung ke Banyuwangi. Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga berpesan kepada beberapa SKPD yang turut mendampingi untuk segera menindaklanjuti temuan-temuan DJBC tersebut. "Nanti, para SKPD terkait untuk segera menjalin komunikasi intens dalam rangka menindaklanjuti," pungkasnya. (Humas)