Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, Jadikan Sinergitas Tiga Pilar Program Percontohan

Jumat, 18 September 2015


BANYUWANGI– Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Anton Setiadji, akan menjadikan program sinergitas tiga pilar sebagai percontohan konsolidasi keamanan di Jawa Timur. Pernyataan itu disampaikan Kapolda saat menjadi nara sumber di Sinergi Tiga Pilar, bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dan Forum Pimpinan Daerah (Forpomda) yang digelar di Mapolres Banyuwangi, Jum’at( 18/9).

Sinergi Tiga Pilar merupakan program inovasi Banyuwangi yang mempertemukan TNI/Polri, Babinsa (Bintara Pembina Desa), Babinkamtibmas (Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dan Kepala Desa / Kepala Kelurahan (Kades/Kakel), dalam mendeteksi keamanan daerah sejak dini. Pertemuan ini digelar rutin setiap tiga bulan sekali, dan dimulai sejak tahun 2011 lalu. Pertemuan ini pun banyak menghasilkan sinergi positif,salah satunya Banyuwangi yang kondusif dan aman.   

“Sinergitas Tiga Pilar ini sangat bagus. Begitu saya masuk Polda nanti, program ini akan saya terapkan di seluruh daerah-daerah agar mencontoh Banyuwangi yang mengajak semua elemennya duduk bersama  mendeteksi keamanan sejak dini. Saya bisa merasakan sinergitas ini sangat ampuh untuk konsolidasi keamanan,” ujar Kapolda Irjen Anton yang pernah menjabat sebagai Kapolres Banyuwangi.

Kapolda Jatim yang baru dilantik ini mengaku sengaja memilih kunjungan pertamanya di Banyuwangi. Kapolda Anton merasa Banyuwangi memiliki kenangan yang tak terlupa, baik bersama korpsnya maupun dengan pemerintah saat itu. Begitu tiba di Banyuwangi, jendral berbintang tiga ini langsung mengunjungi sejumlah tempat yang dianggapnya memiliki sejarah tersendiri. Salah satunya, tempat ngopi di dekat Pasar Banyuwangi. Sayangnya saat mau ngopi warungnya sudah tutup. Tak lupa jendral yang humble ini juga menyempatkan bernostagia dengan mendatangi orang-orang dekatnya seperti sopir dan orang yang pernah sekantor dengannya.

“Kunjungan ini juga sebuah nostalgia bagi saya. Selama saya menjabat saya punya banyak kenangan indah bersama teman sejawat ataupun masyarakat. Makanya saya tidak mau menginap di Hotel ketika saya tiba di Banyuwang, saya ingin bermalam di markas Lanal bersama teman-teman. Tentunya ini sangat menyenangkan bagi saya,” ujarnya.

Selain bernostalgia, Jendral bintang tiga ini juga sempat memuji Banyuwangi yang sudah berubah saat ini. “Saya menjabat 2000-2002, Banyuwangi waktu itu masih tidak seperti ini. Saya benar-benar terkejut ketika melihat Banyuwangi sekarang. Banyuwangi sudah berubah, ini membuat saya selalu cinta Banyuwangi, meskipun saya bukan asli putra daerah,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Anas menyatakan suatu kehormatan besar bagi Banyuwangi dijadikan prioritas pertama dalam kunjungan Kapolda Jatim kali ini. Sebagai daerah yang terus menggalakkan sinergitas bersama aparat TNI/Polri dalam membangun daerah, sangat senang mendapat suport dari Kapolda. “Sehebat apapun seorang pimpinan daerah, jika tidak ada Babinsa, Babinkamtibmas, tidak akan bisa,” kata Bupati Anas pungkasi sambutanya. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :