Karang Taruna Desa Kebaman Srono Siapkan Perpustakaan Keliling Dusun

Senin, 16 Januari 2017


BANYUWANGI – Upaya Pemkab Banyuwangi meningkatkan literasi di daerahnya, mendapat sambutan positif dari warganya. Salah satunya datang dari Karang Taruna Pemuda Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi yang langsung membuat program Perpustakaan Keliling Dusun.

Seperti yang terlihat Minggu pagi (15/1) di halaman rumah warga Dusun Srono, Desa kebaman saat membuka pojok baca. Tak kurang 50 anak langsung menyerbu begitu armada perpustakaan keliling ini dibuka. Claudia, siswi kelas 2 SDN 1 Kebaman, salah satunya. Dia terlihat senang memilih-milih buku yang ada. “Saya suka ada perpustakaan keliling kayak gini. Bukunya bagus-bagus. Dan yang asyik, bisa baca beramai-ramai dengan teman-teman,” ujar Claudia sumringah.

Ketua Karang Taruna Desa Kebaman, Rifqi Nuril Huda menuturkan pihaknya menggagas perpustakaan keliling dusun ini karena ingin agar wawasan anak-anak di wilayahnya terbuka lewat budaya membaca. “Kami ingin menghidupkan budaya membaca di tengah anak-anak yang saat ini berada dalam gempuran gadget. Jangan sampai mereka jadi miskin informasi karena kurang membaca dan kecanduan game,” ujar Rifqi.

Para pemuda karang taruna ini memanfaatkan buku-buku yang ada di perpustakaan Desa Kebaman. “Buku-buku tersebut milik perpustakaan desa yang sengaja kami pinjam. Di perpustakaan desa kami ada sekitar 1000 buku yang merupakan hibah dari provinsi. Di hari libur, buku-buku ini kami manfaatkan agar bisa diakses anak-anak. Tentu saja yang kami bawa ini sudah kami sesuaikan yang kontennya sesuai untuk anak-anak,”terang Rifqi.

Mereka berkeliling dusun dengan berbekal dua sepeda onthel. Setiap dua minggu sekali rutin mengunjungi dusun-dusun yang ada di desanya. Seperti yang terjadi di dusun srono Mingu pagi kemarin.  "Di Desa Kebaman terdapat 5 dusun. Secara bergiliran dan terjadwal, dua minggu sekali kami akan datangi tiap dusun tersebut," kata Rifqi.

Untuk memicu minat anak-anak hadir di perpustakaan keliling ini, Rifqi dan rekan-rekannya punya kiat tersendiri. Awal mereka hadir, anak-anak diajak beraktivitas outbond. Beragam permainan ketangkasan kelompok yang dipadukan dengan permainan tradisional efektif memancing minat anak-anak. 

"Kalau awal dipancing bermain, mereka akan senang. Jadi diajak untuk baca buku jadi lebih masuk," jelas Rifqi. 

Bukan hanya itu, perpustakaan keliling ini juga mengunjungi balai desa. Maklum saja, setiap hari Minggu balai desa di Banyuwangi menjadi pusat aktivitas warga. Mulai dari latihan pencak silat, hingga menari.

“Jadi setelah berkeliling di dusun mulai pukul 07.00 - 09.30 WIB, kami akan langsung kembali ke balai desa. Di situ ada anak-anak yang berlatih silat, maupun nari. Usai latihan, mereka bisa langsung membaca-baca buku di perpustakaan balai desa,” jelas Rifqi.

Tahun 2017 ini, Pemkab Banyuwangi tengah berupaya meningkatkan minat baca warganya, termasuk merevitalisasi perpustakaan. Perpustakaan akan dijadikan pioneer baru yang akan mengangkat Banyuwangi. Mulai dari menyediakan banyak pojok baca, hingga akan menjadikan perpustakaan daerah menjadi alternatif membaca yang lebih nyaman, penambahan koleksi buku, juga akan dilengkapi dengan perpustakaan digital sehingga menarik minat pembaca. (Humas)

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :