Kembangkan Agrowisata Petik Buah Naga

Kamis, 15 Mei 2014


BANYUWANGI  –  Tidak hanya gencar mempromosikan pariwisata alam, kini Banyuwangi juga tengah menyiapkan destinasi agrowisata. Salah satunya agrowisata petik buah naga.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan buah naga menjadi salah satu andalan tanaman hortikultura Banyuwangi karena kualitasnya yang baik dan produksinya yang berlimpah.  Kualitas buah naga Banyuwangi bahkan telah diakui dan menjadi pemasok utama swalayan Carrefour.

Pada tahun 2012 produksi buah naga Banyuwangi sebesar 12.936 dan pada 2013 meningkat signifikan menjadi 16.631 ton. “Hampir setiap minggu ada panen buah naga namun lokasinya berbeda-beda, ini bisa di kelola sebagai salah satu atraksi wisata,” kata Bupati.

Untuk itu, Bupati telah meminta  Kepala Dinas Pertanian untuk segera memetakan wilayah mana yang tanaman buah naganya siap panen dan bisa dipetik. “Bulan Juni mendatang sudah ada beberapa rombongan wisatawan yang ingin memetik buah naga,” kata Bupati.

Nantinya hasil pemetaan tersebut diunggah ke website Pemkab dan langsung bisa diakses oleh para pelaku wisata seperti travel agent. Travel agent bisa langsung menghubungi petani untuk menentukan jadwal wisatanya. “Di peta itu juga ada contact person petani jadi travel agent bisa direct menghubungi petani,” urai Bupati.

Bupati melanjutkan agrowisata buah naga menjadi salah satu upaya pengembangan pasar agi petani selain dijual ke luar daerah.  “Untuk harga tetap perlu standarisasi, agar harga tetap stabil meski yang datang turis asing, tidak dimahalkan,” ujar Bupati.

Selain itu untuk meningkatkan nilai jual dan keuntungan Bupati juga mengatakan perlu adanya penyiapan packaging (kemasan) . Selama ini pembeli membawa buah naga hanya menggunakan tas kresek plastik. Jika dikemas dengan apik, maka buah naga bisa menjadi buah tangan yang semakin istimewa. “Disperindag akan menggandeng UMKM untuk memproduksi packaging bagi buah-buahan Banyuwangi tidak hanya untuk buah naga, juga untuk manggis, jeruk dan lainnya, kalau packagingnya bagus maka valuenya juga akan bertambah” ungkap Bupati.

Beri perhatian khusus pada Durian Merah

Jika tanaman buah naga telah  berkembang dan produksinya berlimpah, tidak begitu dengan buah durian merah. Buah eksotis khas Banyuwangi ini masih terbatas jumlahnya, untuk itu Bupati Anas mengatakan akan memberi perhatian khusus pada pengembangan durian merah. “Tidak hanya orang-orang Jakarta yang ingin merasakan durian merah bahkan Kementrian Malaysia mengirimkan utusannya untuk belajar pengembangan bibit merah mulai di Banyuwangi,”  kata Bupati.

Untuk  merespon animo yang tinggi terhadap duran merah Bupati mengatakan akan melakukan upaya diversifikasi dan ekstensifikasi. Seperti mendorong lebih banyak pembibitan dan perluasan lahan tanaman. “Pemkab harus melakukan langkah-langkah khusus agar tidak ketinggalan dengan animo pasar,termasuk melakukan sertifikasi agar durian merah tidak diakui oleh pihak lain,” ujar Bupati.

Untuk mendukung pemasaran produksi hortikultura Bupati juga mengatakan akan segera berkomunikasi dengan pihak makapai penerbangan untuk menyediakan penerbangan kargo bagi pengiriman buah-buahan Banyuwangi. “Kita akan meminta maskapai untuk menyediakan penerbangan kargo. Karena untuk buah-buhanan harus cepat pengirimannya. Seperti  durian mungkin nanti akan ada syarat khusus terkait pengemasannya,” pungkas Bupati. (Humas Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :