Kembangkan Pariwisata, Teken Kerja Sama dengan Perhutani

Jumat, 16 Mei 2014


 

BANYUWANGI - Satu lagi “pintu” pembangunan pariwisata di Banyuwangi terbuka. Itu menyusul penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan pariwisata alam di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi Barat, Banyuwangi Utara, dan Banyuwangi Selatan antara Pemkab Banyuwangi dengan Perum Perhutani.

       Hebatnya, penandatanganan pengembangan pariwisata antara Pemkab Banyuwangi dengan Perum Perhutani yang ditandatangani di Jakarta Senin pekan lalu (5/5) itu merupakan yang pertama kali di Indonesia. Perum Perhutani langsung menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan mengirim utusan langsung ke Bumi Blambangan Rabu kemarin (14/5). Dia adalah Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perum Perhutani, Tedjo Rumekso.

       Seperti diketahui, beberapa objek wisata andalan Banyuwangi berada di area kerja Perum Perhutani. Beberapa objek wisata andalan yang berlokasi di kawasan Perum Perhutani, itu di antaranya pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran; dan wisata mangrove Bedul, Desa Sumbersari, Kecamatan Purwoharjo.

       Kesepakatan bersama antara Direktur Utama (Dirut) Perum Perhutani, Bambang Sukmananto dan Bupati Abdullah Azwar Anas itu dimaksudkan untuk menyelaraskan program kegiatan bersama dalam upaya pengembangan potensi pariwisata di dalam dan di luar kawasan hutan. Tujuannya kawasan tersebut menjadi kawasan yang lestari guna mendukung pembangunan pariwisata Banyuwangi, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi.

       Ruang lingkup kesepakatan bersama itu meliputi perlindungan dan konservasi sumber daya hutan, pembangunan sistem informasi, dan promosi pengembangan wisata. Tidak hanya itu, pembangunan sarana dan prasarana pendukung kepariwisataan serta pemberdayaan masyarakat juga menjadi “cakupan” kerja sama tersebut.

       Direktur Perencanaan dan pengembangan Bisnis Perhutani, Tedjo Rumekso mengatakan, kesepakatan bersama dilakukan untuk menyatukan kegiatan Pemkab Banyuwangi dan Perum Perhutani, khususnya di daerah yang menjadi prioritas, yakni Pulau Merah dan Bedul. “Namun selanjutnya tidak tertutup kemungkinan hal yang sama dilakukan di daerah-daerah wisata lain di wilayah Perhutani untuk disinergikan dengan Pemkab Banyuwangi,” ujarnya.

       Tedjo menambahkan, kesepakatan bersama telah diteken oleh Dirut Perh utani dan Bupati Banyuwangi. Karena itu, maksud kedatangannya ke Banyuwangi untuk menjajaki lebih detail apa yang perlu dilakukan kedua belah pihak. “Sampai saat ini baru Pemkab Banyuwangi yang sudah konkret bekerja sama dengan Perum Perhutani,” paparnya.

       Sebelumnya, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, kesepakatan bersama Perum Perhutani dan Pemkab Banyuwangi menjadi terobosan penting dalam upaya pengelolaan pariwisata di Bumi Blambangan. “Pemerintah pusat, terutama Perum Perhutani mengapresiasi langkah Pemkab Banyuwangi karena dianggap punya inovasi untuk memanfaatkan aspek-aspek alam yang ada di wilayah kehutanan yang tidak dimanfaatkan oleh kehutanan itu sendiri,” cetusnya Sabtu (10/5).

       Bupati Anas menambahkan, terkait perluasan destinasi wisata baru, pihaknya akan meminta objek wisata Watudodol dan Air Terjun Lider dikelola Pemkab Banyuwangi. “Potensi Watudodol dan Lider sangat luar biasa,” pungkasnya. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :