Kembangkan Sekolah Sobat Bumi, Banyuwangi Dapat CSR Rp 1 Miliar

Kamis, 26 Februari 2015


Kembangkan Sekolah Sobat Bumi, Banyuwangi Dapat CSR Rp 1 Miliar

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation memberi kepercayaan kepada Kabupaten Banyuwangi untuk mengembangkan program Sekolah Sobat Bumi 2015-2017.
Program ini bertujuan untuk menciptakan banyak kader energi dan lingkungan melalui program Education for Sustainable Development/Sustainable Development Goals (ESD/SDGs), Energi Baru Terbarukan (Biogas, Bahan Bakar nabati/bakarti, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro/PLTMH), dan konsumsi-produksi berkelanjutan (kantin Sehat, Kebun Sekolah Mini, Pengelolaan Sampah).

Banyuwangi dipercaya menjalankan dua program, yaitu pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dan kebun sekolah mini. Semua program dilaksanakan di lingkungan sekolah. Untuk kepentingan itu, Pertamina Foundation mengucurkan bantuan senilai Rp 1 miliar.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya memang terus mendorong terciptanya kader sekolah yang mampu mewujudkan lingkungan berkelanjutan. "Apa yang sudah dilakukan mendapat respons positif dari banyak pihak, termasuk Pertamina. Ke depan program-program terkait lingkungan terus dilakukan," ujarnya.

Banyuwangi merupakan satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang berhasil lolos seleksi program ini. Di seluruh Indonesia, hanya delapan kabupaten/kota dan satu provinsi yang mendapat kepercayaan Pertamina ini. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (26/2), menandatangani nota kesepahaman dengan Head of  Pertamina Foudation, Umar Fahmi, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, untuk keperluan program tersebut.

Banyuwangi terpilih melalui 4 tahap seleksi ketat yang dilakukan dengan menilai indikator komitmen Bupati/Walikota, kesiapan sekolah, kesiapan pemerintah kabupaten/kota, leading sector dan stakeholders, serta kesesuaian dengan potensi dan masalah yang dihadapi daerah.

Staf Ahli Pendidikan, Pertamina Foundation, Dr  Rida Hesti Ratnasari, mengatakan, Banyuwangi punya sejumlah keunggulan. Di antaranya komitmen tinggi dari pemerintah daerah.

“Sejak awal melakukan proses penilaian program ini, kami kagum dengan komitmen pemda setempat. Mulai dari presentasi awal hingga akhir, Bupati Banyuwangi menunjukkan kesiapan dan komitmen tinggi. Dari ratusan kabupaten yang ikut seleksi, Banyuwangi mampu memenuhi semua kriteria dari Pertaminta Foundation,” kata Rida Hesti.

Dia mengatakan, pengembangan program pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) cocok dengan karakteristik Banyuwangi yang memiliki sumberdaya air cukup besar. Adapun kebun raya mini di sekolah juga sesuai dengan kekayaan flora-fauna Banyuwangi.

Dia menambahkan, kesiapan sekolah juga jadi poin unggulan Banyuwangi karena daerah tersebut mempunyai Sekolah Adiwiyata Mandiri. Sekolah Adiwiyata Mandiri adalah sekolah dengan lingkungan lestari yang telah mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan.
Sekolah yang memiliki predikat sebagai sekolah adiwiyata mandiri di Banyuwangi adalah SMKN 1 Banyuwangi. Sejak 2013, sekolah ini sudah menyandang adiwiyata mandiri. "Dengan kesiapan ini, Pertamina Foundation akan membantu. Semua dana dari Pertamina Foundation," pungkas Rida. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :