Kemenakertrans RI Sosialisasikan Program Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri di Banyuwangi

Jumat, 5 Desember 2014


Banyuwangi Merupakan  Salah Satu Kantong TKI di Jawa Timur

BANYUWANGI – Dianggap sebagai salah satu kantong Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jawa Timur, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Republik Indonesia menjadikan Banyuwangi sebagai tempat penyelenggaraan sosialisasi Program Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri, Jumat (5/12).

Hal itu diungkapkan oleh Kasubdit Perlindungan TKI Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN) Ditjen Binapenta Soes Hindarno. Soes mengatakan, Banyuwangi berpotensi mengirimkan banyak tenaga kerjanya ke luar negeri. Di Taiwan saja – belum negara lainnya-  terdapat 5000 TKI asal Banyuwangi. Untuk menghindarkan para TKI itu dari permasalahan-permasalahan di kemudian hari, Soes menekankan pentingnya pembekalan bagi TKI sebelum berangkat. “Mereka perlu dibekali dengan  keterampilan bahasa, pendidikan dan kompetensi. Kalau tidak siap, ya jangan berangkat,”tegas Soes.

Sebagai pihak yang menangani langsung penempatan TKI di luar negeri, Soes juga mengupayakan adanya perlindungan bagi para TKI. “Selama ini problem terbesar yang dialami TKI adalah gaji yang tidak dibayar oleh majikan. Atau ada pula yang menerima gaji tapi tanpa tanda terima. Itu berbahaya bagi TKI, dan mereka rawan menjadi korban. Selain itu, masalah lainnya adalah putusnya komunikasi antara TKI dengan majikan, serta adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),”beber Soes.

Karena itu Soes bersama timnya berkeliling ke daerah-daerah kantong TKI seperti Banyuwangi, Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek dan Malang untuk mensosialisasikan hal ini. “Kami mengundang Forum Pimpinan Kecamatan, kepala desa dan lurah, sebab merekalah yang nantinya harus peduli jika ada warganya yang akan berangkat menjadi TKI. Para pihak ini harus memastikan jangan sampai calon-calon TKI tersebut  tidak mendapatkan pembekalan,”kata Soes. Soes berharap, seluruh stakeholder terlibat dalam pengiriman  tenaga kerja ke luar negeri, dan ada sinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah.

Acara yang diikuti 350 peserta ini dibuka oleh Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Wiyono.  Dilangsungkan di Gedung KORPRI, acara ini juga menghadirkan beberapa nara sumber untuk lebih menajamkan maksud dan tujuan sosialisasi ini. Para nara sumber tersebut antara lain dari Kasubdit Perlindungan TKI Direktorat PTKLN, Kapolres Banyuwangi, dan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja  dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :