Kemenhut Luncurkan Program Rainforest Standard

Jumat, 17 Januari 2014


Buleleng - Menteri  Kehutanan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam,  Sonni Partono meresmikan  peluncuran Rainforest Standard (RFS) di Menjangan Jungle and Resort, Taman Nasional Bali Barat, Kamis (16/1). Program RFS tersebut merupakan kerja sama antara pemerintah Amerika Serikat (AS), Columbia University, Universitas Indonesia dan Kementrian Kehutanan RI.

Persmian itu turut dihadiri oleh Director of Mission USAID, Andrew B Sisson, CEO Suistanable Management Group (SMG), David Makes, Duta Besar Korea Selatan, Director for Center for Environment, Economy, and Society (CEES) Colombia University Don Melnick, Director of Research Center for Climate Change Universitas Indonesia Jana Supriatna, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Dekan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dosen Columbia University Don Melnick mengatakan RFS adalah mekanisme kredit karbon yang dirumuskan berdasarkan standar hutan hujan tropis. “Melalui standar tersebut diharapkan dapat membantu untuk meyakinkan bahwa manajemen hutan yang lestari benar-benar diterapkan dengan sungguh-sungguh dan menguntungkan tidak hanya secara ekonomi tetapi juga secara ekologi dan sosial,” ujar Melnick. RFS merupakan yang pertama di Asia, dan menempatkan Indonesia di posisi terdepan upaya penurunan emisi karbon.

Proyek yang didesain oleh RFS konsorsium Indonesia yang terdiri dari Sustainable Management Group (SMG), Coloumbia University dan Universitas Indonesia ini, menurut Melnick bertujuan untuk mengurangi kerusakan hutan dan mempertahankan keanekaragaman hayati hutan. “Bedanya dengan standar sebelumnya, RFS ini selain mempertahankan hutan, juga menjaga perkembangan biodiversity yang ada di dalamnya. Selain juga keseimbangan aspek sosial ekonomi dan budaya dari masyarakat yang ada di dalam dan di sekitar hutan,” ungkap Melnick. Dia menambahkan apa yang dilakukan saat ini bukan hanya untuk perbaikan hutan di Indonesia tapi juga di dunia.

Sementara itu Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Sonni Partono mengatakan peluncuran RFS di Taman Nasional Bali Barat ini akan menjadi model bagi pengembangan RFS di Taman nasional lainnya di Indonesia. Termasuk 3 Taman nasional yang ada di Banyuwangi yakni Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Baluran dan Meru Betiri. “Kita punya 27 TN, nanti akan kita kembangakan di TN Meru Betiri, TN Alaspurwo dan TN Baluran. Saya sudah bicara banyak dengan Bupati Anas dan sangat antusias mengembangkan pola seperti ini,” tuturnya.

“Kementerian Kehutanan mendukung penuh terhadap inisiatif yang dilakukan oleh berbagai pihak guna kesuksesan penerapan manajeman hutan lestari yang lebih baik lagi dan bermanfaat secara ekonomi, ekologi dan sosial,” pungkas Sonni. (Humas Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :