Kemenpar Fasilitasi Sertifikasi Level ASEAN bagi SDM Pariwisata Banyuwangi
Kamis, 5 Maret 2015
BANYUWANGI – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membantu pengembangan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) bidang pariwisata di Banyuwangi. Kemenpar akan memfasilitasi 100 SDM pariwisata Banyuwangi untuk mendapatkan sertifikasi level ASEAN.
SDM pariwisata di Banyuwangi itu difasilitasi untuk mendapatkan ASEAN Common Competency Standards for Tourism Professionals (ACCSTP) yang telah disepakati dan diakui bagi industri pariwisata, mulai dari restoran, agen perjalanan, sampai bidang minat khusus seperti arung jeram.
”Alhamdulillah, sudah ada komitmen dari Menteri Pariwisata Bapak Arief Yahya untuk membantu pengembangan SDM pariwisata Banyuwangi. Hal itu sudah disampaikan Pak Arief ketika peluncuran Banyuwangi Festival 2015 di Jakarta beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yanuar Bramuda saat dihubungi, Rabu.
Dengan memperoleh sertifikasi tersebut, SDM pariwisata di Banyuwangi lebih meningkat pengembangan kompetensinya. Kemampuannya pun bakal lebih diakui di industri pariwisata tingkat ASEAN. ”Dengan peningkatan kompetensi, diharapkan pelayanan dan kinerja SDM juga membaik,” tuturnya.
Selain sertifikasi, studi kepariwisataan di Banyuwangi akan diperkuat dengan menyinergikan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) di bawah naungan Kemenpar dengan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Di Poliwangi sendiri kini sudah ada Jurusan Manajemen Bisnis Pariwisata dengan jenjang Diploma 4. Sejak 2013, jurusan tersebut kini sudah mendidik 150 mahasiswa.
”Untuk teknisnya akan segera dibahas dengan dirjen terkait di Kementerian Pariwisata,” kata Bramduda.
Dia mengatakan, kerja sama tersebut bisa mengakselerasi kemampuan mahasiswa Poliwangi karena STP di Bali tentu sudah punya pengalaman lebih panjang di bidang pengembangan SDM pariwisata.
Beberapa bidang studi kepariwisataan yang bisa dikerjasamakan antara lain wisata bahari, wisata minat khusus, dan wisata pertanian.