Kemensos Realisasikan Bantuan untuk PSK, Total Rp 1.957.800.000

Jumat, 23 Agustus 2013


KALIPURO – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) datang kembali ke Banyuwangi, Jum’at (23/8). Perwakilan Kemensos,  Direktur  Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (RSTS) Sonny W. Manalu itu dimaksudkan untuk merealisasikan bantuan bagi para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang disampaikan Menteri Sosial  pada 28 Mei lalu terkait upaya  penutupan seluruh lokalisasi di Banyuwangi. Tak hanya bantuan berupa sejumlah dana, namun juga berupa bimbingan sosial, dan keterampilan.

Sonny Manalu yang hadir bersama timnya dan didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengacungkan jempol atas komitmen Banyuwangi dalam mengentaskan PSK secara bermartabat. “Saya salut pada Banyuwangi. Dari 40 kabupaten/kota  yang saya kunjungi, tidak semua memberikan respon yang baik untuk menyelesaikan masalah PSK ini. Banyuwangi, adalah salah satu kabupaten selain Tulungagung dan Surabaya yang care  terhadap persoalan ini,”ujar Sonny.  Sonny berharap, bantuan ini dapat memperbaiki kemaslahatan masyarakat Banyuwangi khususnya bagi para PSK  yang disebutnya  sepantasnya tak boleh berada atau bekerja di tempat yang tidak terhormat itu.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas juga menyatakan  terimakasih atas perhatian dari pemerintah pusat. “Apa yang dilakukan oleh Kemensos adalah komitmen yang terukur, dan wajib bagi kami untuk membantu, mendampingi dan memantau  para ‘wanita mandiri’ (sebutan untuk PSK, red) ini,”tandas bupati.

Salah satu PSK berinisial S, ketika ditemui seusai pembukaan kegiatan tersebut mengatakan, dirinya optimis untuk merubah jalan hidupnya. “Saya bertekad, dari dana yang diberikan itu akan saya jadikan untuk modal membuka usaha laundry,”tegasnya. Wanita yang telah setahun berprofesi sebagai PSK di salah satu lokalisasi di wilayah Kelurahan Karangrejo ini yakin, setelah mengikuti pelatihan ini, akan banyak ilmu yang didapat terkait keinginannya untuk membuka usaha pencucian pakaian tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan di  aula Balai Diklat dan Pelatihan Perikanan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo ini  diikuti oleh 251 PSK. Pelatihan dibagi dalam 5 kelompok, dimana masing-masing kelompok mengikuti pelatihan selama 5 hari. Dan hari ini diikuti oleh 52 PSK, selanjutnya secara berturut-turut akan dilanjutkan oleh kelompok berikutnya.

Bantuan yang diberikan senilai total Rp  1.957.800.000 dengan rincian bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) masing-masing senilai Rp 5 juta untuk 251 PSK. Bantuan rehabilitasi sosial untuk 251 PSK masing-masing  mendapat Rp 1 juta, dan bantuan jaminan hidup (Jadup) masing-masing sebesar Rp 1. 800.000. Mereka juga mendapatkan pelatihan dari tim fasilitator  tentang motivasi hidup, entrepreneur (wira usaha) dan spiritual. Untuk melatih para PSK, Direktorat  Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi juga merangkul berbagai elemen, diantaranya Lembaga Ketahanan Sosial – Kelompok Kerja Bina Sehat (LKS – KKBS). (Humas & Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :