Kerja Keras Bupati Anas Buahkan Manggala Karya Kencana
Selasa, 2 Juli 2013
BANYUWANGI - Kerja keras Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali berbuah prestasi. Penghargaan tingkat nasional ‘Manggala Karya Kencana’ di bidang Keluarga Berencana (KB) dianugerahkan pada orang nomor satu di Banyuwangi tersebut atas dedikasinya yang tinggi dalam men-support keberhasilan program nasional untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPPKB) Muhammad Pua Jiwa hadir mewakili Bupati Anas dalam penganugerahan penghargaan tersebut di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Dijelaskan oleh Pua Jiwa, penghargaan itu sejalan dengan dinobatkannya Banyuwangi oleh Provinsi Jawa Timur pada tahun 2012 sebagai kabupaten yang program KB-nya terealisasi dengan baik. Ketika itu, Banyuwangi menempati posisi runner up setelah Mojokerto, dan disusul Jember di posisi ketiga.
Penghargaan yang dianugerahkan bertepatan dengan acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tersebut terbagi atas 3 kategori, yakni Dharma Karya Kencana (DKK), Manggala Karya Kencana (MKK) dan Satya Wira Karya (SWK). Banyuwangi mendapatkan MKK bersama 11 kabupaten/kota lainnya. Diantaranya Pacitan,Gresik, Ngawi, Madiun, dan Pasuruan. DKK dan MKK penyerahannya dilakukan oleh Kepala BKKBN Pusat, sementara SWK diserahkan oleh Wapres Boediono.
Menurut Pua Jiwa, ukuran keberhasilan program KB ada 2, yaitu Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total dan laju pertumbuhan penduduk (LPP). Banyuwangi sendiri TFR-nya sudah berada jauh di bawah rata-rata nasional dan provinsi. Di tingkat nasional, TFR-nya sebesar 2,6 persen, provinsi 2,3 persen dan Banyuwangi 2,07 persen. Sementara untuk LPP, Banyuwangi telah berada jauh pula di bawah nasional dan provinsi. Di tingkat nasional 1,49 persen, provinsi 0,76 persen dan Banyuwangi 0,45 persen. "Angka itu harus dipertahankan dari tahun ke tahun. Caranya, masyarakat yang belum ber-KB diajak untuk ber-KB. Selain itu mereka juga diarahkan untuk menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang seperti IUD, implant, Metode Operasi Pria (MOP) dan Metode Operasi Wanita (MOW),"jelas Pua Jiwa. Realisasi pencapaian program KB di Banyuwangi sendiri hingga 2012, dari 24 kecamatan yang ada, telah melampaui angka 100 persen. Total prosentasenya mencapai 122,9 persen.
Kunci keberhasilan program KB, tambah Pua Jiwa, dipengaruhi beberapa hal. Antara lain komitmen tinggi dari pemegang kebijakan, dukungan camat dan kepala desa, kerjasama lintas sektoral, dan penguatan kelembagaan. Bupati Anas menempatkan KB sebagai instrumen yang penting untuk mengatur laju pertambahan penduduk. Karena itu bupati melakukan penguatan kelembagaan dengan mengubah kantor KB menjadi badan. "Ini jadi point tersendiri dalam penilaian tersebut,"beber Pua Jiwa.
Perlu diketahui, Dharma Karya Kencana adalah penghargaan yang diberikan kepada mitra kerja BKKBN, seperti dokter dan organisasi kemasyarakatan, yang mendukung peningkatan keberhasilan program KB. Sedangkan Manggala Karya Kencana diberikan pemerintah pusat kepada pimpinan atau tokoh masyarakat atas karya yang menonjol dalam kepemimpinan, kepeloporan, dan keteladanan. Sementara Satya Wira Karya merupakan penghargaan tertinggi di bidang KB yg diberikan atas kerja keras bupati /walikota karena mampu menghidupkan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap KB dan juga penunjangnya. Menariknya, untuk menerima penghargaan Satya Wira Karya terlebih dahulu harus mendapatkan Manggala Karya Kencana.(Humas & Protokol)