Ketua DPR RI Apresiasi Inovasi Banyuwangi
Senin, 10 Oktober 2016
BANYUWANGI – Ketua DPR RI, Ade Komarudin, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Dia berharap inovasi yang ada terus dilanjutkan agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu dikatakan saat Ade mengunjungi Lounge Pelayanan Publik di kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (10/10). Dia didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Akom memulai kunjungan kerjanya ke Banyuwangi sejak Minggu (9/10).
”Terus terang, sudah berbagai daerah saya kunjungi, tapi baru kali ini saya mendapati inovasi yang cukup bagus dan terasa dampaknya. Saya sejujurnya bangga karena Bupati Banyuwangi Azwar Anas ini alumnus DPR. Tak banyak alumnus DPR yang sukses jadi kepala daerah. Sebagai ketua DPR saya ikut bangga,” ungkap Akom, sapaan akrab Ade Komarudin.
Akom mengunjungi Lounge Pelayanan Publik merupakan fasilitas untuk mengakses data seputar kinerja pemerintah daerah maupun pelaporan APBD. Berbagai program seperti capaian bedah rumah, beasiswa, pelatihan pemuda, hingga hibah bisa dipantau. Aktivitas di rumah sakit, puskesmas, sejumlah pasar, hingga dinas-dinas bisa dipantau melalui CCTV yang terkoneksi langsung.
Sehari sebelumnya, Minggu (9/10), Akom juga mengunjungi salah satu pilot project Smart Kampung di Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah. Di sana, dia menyaksikan secara langsung proses pelayanan administrasi kependudukan berbasis online. Mulai dari pengajuan pembuatan KTP, Kartu Keluarga, pengajuan beasiswa, dan lainnya.
Dengan program Smart Kampung yang digagas Pemkab Banyuwangi, semua proses pelayanan berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Beberapa surat yang sebelumnya harus diurus ke tingkat kecamatan dan kantor kabupaten, bisa diselesaikan di tingkat desa. ”Program Smart Kampung ini penting agar pelayanan prima tak hanya dinikmati masyarakat di kota, tapi juga di desa-desa,” kata Akom.
Akom juga mengapresiasi inovasi di bidang pariwisata di mana Banyuwangi berhasil menyabet penghargaan dari Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) alias United Nations World Tourism Organization (UNWTO) untuk kategori ”Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola”. ”Banyuwangi pandai mengembangkan diri. Menyadari daerahnya berada jauh dari pusat pemerintahan, Banyuwangi menggelar banyak festival sepanjang tahun untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Pandai mencari celah pasar seperti ini yang harus dipelajari pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah/kota yang lain,” ujarnya.
Akom dalam kunjungan kerjanya juga meninjau pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) sisi Banyuwangi dan terminal Bandara Blimbingsari Banyuwangi. (humas)