Kompetisi Surfing Lahirkan Bibit Surfing Lokal

Jumat, 2 Oktober 2015


BANYUWANGI – Keajegan Banyuwangi menggelar Pulau Merah International Surfing Competition berhasil melahirkan atlet surfing baru asli putra daerah. Adalah Ivan Prihandoyo, pemuda 15 tahun asal Pulau Merah yang tahun ini berhasil memenangi kompetisi kategori grommet under 16 tahun. Ivan di gelaran surfing 2015 ini, mengalahkan Irawan dan Feris. Selama bertanding Ivan selalu berusaha bertahan di atas gulungan ombak dengan durasi yang lama.

Meski masih berusia 15 tahun, Ivan telah memenangi sejumlah kompetisi di Indonesia. Diantaranya, Hidden Point Competition Bali untuk kategori under 16 tahun 2015. Juara Empat Billabong Surfing Competition Bali 2015, Juara tiga Asian Surfing Champion Bali. Keberhasilan Ivan yang mahir di berbagai ajang lomba surfing ini,berkat kegigihan yang tiada lelah berlatih surfing setiap hari. Dibawah asuhan ayahnya yang juga pemilik sekolah surfing, Ivan biasa melakukan latihan minimal 3 jam per hari. Apalagi ditunjang dengan bakat surfing yang sudah tampak sejak usia 4 tahun.

Selain piawai di surfing, Ivan juga tercatat sebagai atlet lari dan lompat jauh. Karena itu Ivan di kesempatan ini juga mendapat penghargaan sebagai atlet berprestasi dari Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

 “Terima kasih banyak dan saya mengucap syukur alhamdulillah. Berkat gelaran surfing ini saya bisa unjuk kebolehan dan bisa meraih prestasi. Hasil ini akan jadi modal saya untuk terus ikut berkompetisi di ajang nasional ataupun internasional. Target saya bisa menjuarai kompetisi internasional,” kata Ivan yang biasanya disapa dengan Aan. 

Selain Ivan, putra daerah lainnya yang juga berhasil menyabet juara adalah Dea Natasha untuk kategori Female Division. Dea Nastasha adalah surfer asal Tegaldlimo yang mampu mengalahkan pesurfer Tamaki Tanikoshi (Jepang) dan Nara Lee (Korea). Gadis 16 tahun ini, tahun lalu juga menjuarai Red Island International Surfing Competition. Yang terakhir ada Velix, juara dua under 14 tahun. Di laga ini, Velix asal Pulau Merah mengalahkan dua pesurfer dari Pulau Dewata, Irawan dan Feris.

Ketiga putra daerah ini mampu mengalahkan pesaing-pesaingnya dalam tiga kategori penilaian. Yakni, speed, power dan balancing. Diantaranya kecepatan peselancar dalam mengejar ombak dan menjaga keseimbangan di atas ombak.

Dari pemenang-pemenang itu, rata-rata melakukan lima sampai 6 kali manuver tanpa jatuh. Semakin sulit gerakannnya, makin tinggi nilai yang dia peroleh,” kata Bagus Made Irawan, penyelenggara teknis International Surfing Competition. ( Humas & Protokol).    



Berita Terkait

Bagikan Artikel :