Kopdar Bareng Netizen, Bupati Banyuwangi Bicara Demokrasi Digital

Rabu, 23 Juli 2014



BANYUWANGI - Pertanggungjawaban publik ke berbagai elemen dilakukan Pemkab Banyuwangi. Setelah melaporkan hasil kerjanya ke ketua RT/RW, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lain, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melaporkan kinerjanya ke kalangan netizen alias pengguna internet di Banyuwangi. "Netizen ini strategis. Anak-anak muda berperan luar biasa. Saat ini total ada sekitar 70 juta pengguna internet di Indonesia, dan 95 persennya mempunyai media sosial. Indonesia ini pengguna kelima Twitter terbesar di dunia. Facebook peringkat empat sedunia," ujar Bupati Anas saat melaporkan kinerjanya ke sekitar 200 pengguna media sosial dan blogger yang ada di Banyuwangi.

Bupati Anas menyebut era saat ini sebagai demokrasi digital. Transformasi dan proses kontrol pemerintahan sangat ditentukan oleh pengguna internet. "Semua tinggal klik. Di Banyuwangi kami juga berupaya seperti itu. Saat ini Banyuwangi kan sudah menjadi digital society dengan lebih dari 1.200 titik wifi di berbagai ruang publik. Internet itu pula yang kami desain mendorong demokratisasi kebijakan, sebutlah namanya demokrasi digital, biar semua bisa kritik dan beri ide ke pemerintah daerah. Internet memudahkannya, apalagi ada media sosial," ujarnya.

Bupati mencontohkan, banyaknya usulan yang masuk lewat Twitter Pemkab Banyuwangi dan Twitter pribadinya. "Banyak sekali usulan. Ada yang relevan, ada yang tidak. Yang tidak relevan misalnya mengusulkan agar mengundang Metallica untuk peringatan hari jadi Banyuwangi. Kan mahal itu dan tidak pas dengan nuansa hari jadi. Tapi yang namanya anak muda, maka diwadahilah dengan Banyuwangi Art Week dan Banyuwangi Jazz Festival," kata Bupati Anas.

Efektivitas kontrol melalui media sosial juga bermanfaat untuk pelayanan publik. Dicontohkan Bupati, saat menunaikan ibadah umrah beberapa waktu lalu, ada warga yang mention di Twitter-nya tentang pungutan di luar prosedural. "Saya cek ternyata betul, dan saat itu pula langsung diberi peringatan dan dimutasi ke tempat lain. Nah inilah perlunya saling bantu lewat dunia digital. Kami sebagai pelayan masyarakat, mohon dibantu, dilapori kalau ada apa-apa," ujarnya.

Tentu saja, lanjut Bupati Anas, ada beberapa hal yang ditindaklanjuti secara bertahap. Misalnya usulan pengembangan infrastruktur yang memakan anggaran besar, memerlukan waktu. "Saya memahami ekspektasi publik yang sangat besar. Tapi kan ada mekanisme lelang, sanggahan lelang, dan sebagainya, sehingga perlu waktu. Untuk infrastruktur, kan tidak bisa sekarang usul, besok sudah jadi infrastrukturnya," tutur Bupati Anas.

Selain melaporkan kinerjanya,  mulai pendidikan, kesehatan, pertanian, industri, pengembangan UMKM, pariwisata, pelayanan publik, dan infrastruktur hingga beasiswa Banyuwangi Cerdas Bupati juga mengajak dialog para netizen hingga malam. Dalam dialog tersebut Bupati memberikan kesempatan yang seluas-seluasnya kepada para netizen untuk memberikan ide, masukan maupun kritikan terhadap pemerintah. Salah satunya Geneo,  yang menanyakan seberapa besar kontribusi CRS para inventor luar daerah yang di Banyuwangi terhadap pembangunan Banyuwangi. Dengan lugas Bupati Anas menjawab pertanyaan Geneo. “CRS yang diberikan para penguhasa yang menanamkan modalnya di Banyuwangi sangat dahsyat. Bahkan, saat event Banyuangi Festival mereka menyumbang ratusan juta. Mereka sangat peduli dengan pembangunan Banyuwangi. Dalam membangun daerah kita sangat butuh  pengusaha-pengusaha besar yang bisa bantu pemerintah,” jelas Bupati Anas.

Lain lagi dengan Bunga, cewek berkerudung ini justru mengingatkan Bupati Anas atas fenomena gunung es penderita HIV AIDS di Banyuwangi. “Kota ini kan sudah bagus, tapi Banyuwangi juga dikatakan sebagai kota teringgi  ke tiga di Jawa Timur penderita HIV AIDS. Bagaimana cara menanggulangi tingginya penderita HIV AIDS?,” tanya Bunga. Kepada ratusan netizen ini Bupati Anas mengatakan tidak hanya Banyuwangi yang terdapat penderita HIV AIDS, beberapa daerah lain juga mengalami problem sama.  Hanya saja Banyuwangi mau menunjukkan secara jujur jumlah angka penderita HIV. Dengan kita publis, secara otomatis kita memberikan peringatan kepada masyarakat agar hati-hati terhadap bahaya HIV,” tutur Bupati Anas. Selain itu, langkah nyata yang telah di ambil pemerintah terhadap penularan virus ini dengan menutup seluruh lokalisasi yang ada di Banyuwangi. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :