Koperasi Berperan Gerakkan Perekonomian Daerah

Rabu, 13 Agustus 2014


BANYUWANGI –  Koperasi memiliki peran yang penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Ini disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas saat menghadiri ulang tahun koperasi di Gedung Wanita, Rabu (13/8).

Bupati Anas mengatakan, saat ini perekonomian Banyuwangi terus mengarah ke trend yang positif. Hal ini tidak lepas dari peran serta koperasi yang turut memajukan perekonomian masyarakat. “Saya sangat berterimakasih pada koperasi yang membantu petani, nelayan dan sektor ekonomi mikro dalam mewujudkan kemandirian ekonomi. Inilah kontribusi nyata koperasi dalam mewujudkan kemajuan daerah,” kata Bupati Anas.

Selain itu Bupati juga meminta agar koperasi turut memberikan edukasi kepada masyarakat untuk dapat mengelola perekonomian dengan baik. “Menurut data Bank Indonesia, kredit konsumtif di Banyuwangi cukup tinggi, koperasi bisa mengedukasi masyarakat untuk mengurangi tingkat konsumtif dan lebih mendorong pada kredit untuk investasi usaha,” pinta Bupati Anas.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Anas juga menyampaikan kondisi terkini perekonomian Banyuwangi. Saat ini, kata Bupati, Banyuwangi memasuki trend positif perekonomian. Hal ini  dapat dilihat dari beberapa  indikator makro. Diantaranya tingkat inflasi daerah. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014, tingkat inflasi Kabupaten Banyuwangi hanya sebesar 0,42. Banyuwangi termasuk 5 kabupaten/kota dengan tingkat inflasi terendah.

“Tingkat inflasi yang rendah memberi pengaruh yang positif dalam mendorong perekonomian menjadi lebih baik; masyarakat lebih bergairah untuk bekerja, melaksanakan diversifikasi usaha, dan mengadakan investasi yang dampaknya meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah pendapatan perkapita  masyarakat Banyuwangi yang semakin meningkat,” urai Bupati Anas.

Selain itu pendapatan perkapita masyarakat Banyuwangi juga terus mengalami peningkatan.  Pada tahun 2010, income perkapita masyarakat  baru Rp. 15 juta/ orang /tahun. “Sekarang pendapatan perkapita kita Rp. 21,8 juta/orang/tahun. Lebih tinggi dari Kabupaten Jember dan Malang, ” kata Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Propinsi Jawa Timur Dr. Ir. RB. Fatah Yasin mengatakan pemerintah propinsi terus berkomitmen memajukan koperasi. Hal ini ditunjukkan dalam APBD Propinsi yang memberikan alokasi dana untuk pengembangan koperasi yang  mencapai 1,5 triliun. “Komitmen juga dilakukan untuk memajukan koperasi wanita yang tersebar hingga tingkat desa di seluruh Jawa Timur,” cetus Fatah Yasin.

Pada acara HUT Koperasi tersebut juga dibagikan 500 paket tobos dan jaket kepada wlijo, serta 500 paket kompor gas dan panci kepada penjual kopi serta sertifikat gratis prona kepada 100 pelaku UMKM. Rangkaian perayaan HUT koperasi juga diisi dengan pameran produk UMKM yang diikuti oleh 42 stand.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Forpimda, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. RB. Fatah Yasin, Ketua Dewan Koperasi Jatim Marjito, serta pengurus koperasi se Kabupaten Banyuwangi. (Humas & Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :