Kota Tangsel Sharing TIK dengan Banyuwangi

Rabu, 28 Agustus 2013


BANYUWANGI  - Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hari ini, Rabu (28/8) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Banyuwangi. Kunker yang diterima oleh Sekkab Slamet Kariyono di aula Minak Jinggo ini  dimaksudkan untuk sharing tentang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya di bidang  Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Daerah (SIPKD).

Asisten Administrasi Umum Kota Tangsel  selaku  ketua rombongan, Nur Selamet mengatakan, pihaknya sudah lama sangat ingin mengunjungi Banyuwangi . Namun keinginan itu harus tertunda beberapa kali lantaran kesibukan yang ada. Bersama 18 anggota rombongannya, Nur Slamet kemudian saling berdialog dengan para kepala satker, diantaranya Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika; Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh rombongan Kota Tangsel untuk menanyakan berbagai hal.   Salah satunya sang ketua rombongan, Nur Slamet. “Di Banyuwangi, sistem ini sudah berjalan. Saya membayangkan, apabila  ini diterapkan di tempat kami. Jika ada anak-anak pandai yang iseng lalu meng-hack. Bagaimana pengamanannya?,”tanya Nur Slamet, yang langsung ditanggapi oleh tim Dishubkominfo (Agustinus). Bahwa jaringan yang tersedia ini dilengkapi security jaringan yang terbagi atas dua akses. Akses keluar (publik) dan intranet (konsumsi internal). Menurut Agustinus, masalah hi-jack dan hacker juga menjadi tantangan tersendiri dan menuntutnya untuk terus belajar. Seperti dengan jalan memproteksi diri dengan firewall atau  membatasi port-port yang bisa diakses orang luar.

SIPKD Banyuwangi sejak awal penerapannya pada tahun 2008 lalu memang tak serta merta bisa diakses seluruh satker. Namun BPKAD selaku  satker yang terkait langsung dengan konten pelaporan keuangan, setelah rutin  bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mulai  melakukan perbaikan disana-sini. Bahkan sekarang menjadi satu-satunya yang online di Indonesia, sementara lainnya masih berkutat  menggunakan aplikasi  saja. Saat ini juga telah tersedia klinik terpadu di BPKAD yang fungsinya untuk membahas berbagai permasalahan yang dialami. (Humas & Protokol)

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :