KUB ‘Pring Indah’ Banyuwangi Dapat Bantuan Hibah dari Dekranasda Jatim
Jumat, 28 Februari 2014
KALIPURO – ‘Pring Indah’, salah satu Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Banyuwangi, berkesempatan mendapatkan bantuan barang hibah dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur. Penyerahan bantuan berupa seperangkat mesin industri kreatif itu diserahkan kemarin (27/2) oleh Bapak Lani, pengurus Dekranasda Jatim yang hadir mewakili Budhe Karwo selaku Ketua Dekranasda Provinsi Jatim.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam), Ir Hary Cahyo Purnomo menerima bantuan tersebut mewakili Ketua Dekranasda Banyuwangi, Ny Dani Azwar Anas. Selanjutnya bantuan diserahkan pada pihak KUB Pring Indah.
Sekretaris KUB Pring Indah, Nur Ahmadi mengungkapkan, pihaknya sangat senang dan menyambut baik bantuan seperangkat mesin industri kreatif itu. “Mesin ini akan meringankan kerja kami, apalagi kalau orderan sedang banyak-banyaknya,”ujarnya sumringah. Nur Ahmadi menuturkan, sebelum bantuan ini diberikan, pihak Dekranasda Jatim telah datang ke rumah produksi mereka yang terletak di Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro. “Kami sudah mendapatkan pelatihan dan bimbingan teknis sebanyak dua kali dari Dekranasda Jatim,”tuturnya.
KUB Pring Indah ini sudah bertahun-tahun bergerak di bidang pembuatan kerajinan bambu. Kerajinan yang dihasilkannya berupa gedhek (dinding anyaman bambu) dan piring. Semula Pring Indah hanya memproduksi gedhek saja, namun beberapa tahun berselang, kerajinan yang dibuat bertambah. Sebab untuk membuat gedhek, yang digunakan hanya kulit bambu saja. Agar bagian dalam dari bambu tak terbuang, dimanfaatkan untuk membuat piring.
Nur Ahmadi mengaku permintaan pasar atas gedhek dan piring yang mereka buat sangat tinggi. Dibandrol 1 piring seharga Rp 30 – Rp 75 ribu, bulan ini saja mereka melayani permintaan dari Bali sebanyak 750 biji dan dari Jakarta 30 biji. Pada bulan-bulan biasa, pesanan juga mengalir di atas 30 biji. Sementara untuk gedhek yang dihargai Rp 30 ribu / meter, permintaan justru banyak datang dari tempat-tempat usaha seperti hotel dan restoran. Bahkan beberapa waktu lalu mereka juga melayani ekspor ke Australia.
Ketika menyerahterimakan bantuan tersebut, Lani mengatakan, bantuan yang diberikan Dekranasda Jatim ini merupakan bentuk fasilitasi terhadap tumbuh kembangnya wirausaha baru di bidang industri kreatif di Banyuwangi. Lani berharap mesin yang diberikan tersebut bisa meningkatkan kualitas, daya saing dan produktifitas KUB Pring Indah. “Saya berpesan kepada KUB Pring Indah ini, pada Desember 2015 nanti kita akan menghadapi ASEAN Economic Community (Komunitas Ekonomi ASEAN). Jadikan itu sebagai peluang dan tantangan,”tegas Lani.
Otomatis, tambahnya, untuk meningkatkan daya saing diperlukan beberapa hal. Pertama, tingkatkan skill, misalnya dengan membuat kerajinan yang unik, dan hindari membuat produk masal. “Sebab produk masal biasanya menggunakan mesin yang berasal dari China dimana mereka sudah mahir membuatnya, sehingga kita jelas akan kalah,”tutur Lani sambil mencontohkan produk chopstick (sumpit,red). Kalau mau membangun industri, ujar Lani lagi, diperlukan kontinuitas. Jangan product oriented, tapi market oriented. Cari dulu pasarnya, jangan terburu-buru memproduksi barang dalam jumlah besar.
Lani juga menyarankan agar perusahaan besar turut andil dalam membina home industri. “Jika mereka sudah bisa berdiri sendiri, tugas perusahaan besar inilah yang harus memfasilitasi mereka. Tingkatkan kompetensi SDM-nya, kualitasnya dikontrol, dan pasarnya harus dijamin. Dengan begitu home industry ini akan mampu bertahan lama,” pungkas Lani yang berulang-ulang meyakinkan hadirin bahwa wirausahawan adalah pahlawan ekonomi.
Untuk diketahui, bertepatan dengan serah terima bantuan yang dilakukan di Kantor Kecamatan Kalipuro ini, di tempat yang sama juga diadakan pelatihan pembuatan nata de coco yang diikuti 20 peserta. Mereka merupakan masyarakat potensial dari Kecamatan Kalipuro yang tersebar di Kelurahan Gombengsari, Kelurahan Kalipuro, Desa Pesucen, dan Desa Bulusari. Sedangkan instruktur pelatihan merupakan pengusaha nata de coco Kabupaten Jember. Pelatihan yang difasilitasi Disperindagtam tersebut dilangsungkan mulai 27 Februari – 4 Maret 2014. (Humas & Protokol)