Kumpulkan Para Dokter, Bupati Minta Tingkatkan Pelayanan Pada Masyarakat

Senin, 23 Februari 2015


Banyuwangi  –  Bupati Abdullah Azwar Anas mengumpulkan para dokter umum dan dokter spesialis dari rumah sakit swasta dan rumah sakit umum daerah se- Banyuwangi  di Pendopo Sabha Swagata, Senin (23/2). Dalam pertemuan tersebut  Bupati mengajak  para tenaga kesehatan itu untuk terus meningkatkan pelayanan  kepada masyarakat.

Bupati mengatakan saat ini Kabupaten Banyuwangi terus berbenah menuju daerah yang lebih baik. Pembenahan dilakukan disegala lini dengan skala prioritas. Mulai dari perubahan citra daerah yang dulu terkenal sebagai  daerah klenik menjadi daerah yang maju teknologi informasinya. Sampai upaya pembenahan sektor ekonomi yang hasilnya sudah mulai dirasakan saat ini.

Jika tahun 2010 APBD Banyuwangi baru Rp. 1,2 triliun, saat ini sudah naik menjadi Rp. 2,56 triliun dengan pendapatan asli daerah yang terus merangkak dari Rp 90 miliar menjadi Rp. 195 miliar. Outstanding credit Banyuwangi juga terus meningkat salah satunya dibidang perumahan. Terlihat dari kucuran outstanding credit Bank BTN yang terserap Rp. 710 miliar oleh Banyuwangi, dari total Rp.810 miliar yang disalurkan untuk 4 kabupaten Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso.” Inflasi Banyuwangi juga menjadi yang terendah di Jawa Timur, bahkan masuk dalam jajaran lima terendah inflasinya di Indonesia ” urai Bupati Anas.

Pertumbuhan ekonomi daerah yang positif tersebut, lanjut Bupati akan pararel dengan semakin tingginya kesadaran masayarakat untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan yang terbaik.  Disinilah semua pihak yang memiliki keterkaitan dalam bidang kesehatan memiliki peran untuk mewujudkan itu, baik dokter maupun seluruh   manajemen di rumah sakit dan puskesmas. Baik itu rumah sakit swasta maupun pemerintah. “Kuncinya adalah sinergi untuk mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,”kata Bupati.

Bidang kesehatan juga menjadi salah satu fokus pembenahan oleh Pemkab. Jika dulu RSUD Blambangan dan RSUD Genteng kondisinya belum menggembirakan, secara bertahap bangunan fisik RS dibenahi dan peralatan kedokteran juga ditambah. “Jika dulu kondisi rumah sakit daerah kita memprihatinkan sekarang sudah kita bangun dan menjadi lebih baik,” ujar Bupati.

Bupati juga memberikan apresiasi  kepada para dokter yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Terutama kepada dokter spesialis yang bertugas di RSUD yang telah datang tepat waktu untuk memberikan pelayanan kepada pasien. Mengingat pasien yang banyak datang ke RSUD adalah pasien Jamkesmas dan Jamkesda. “Saya berterimakasih atas disiplin para dokter yang telah meningkat sehingga bisa melayani dengan lebih awal dan tepat wajtu,” kata Bupati Anas.

Bupati menyadari, masih banyak yang harus disiapkan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima. Salah satunya penambahan yang jumlah SDM dokter khususnya dokter spesialis di Banyuwangi saat ini masih kurang. Baru ada 17 dokter spesialis yang bertugas di RSUD Blambangan dan RSUD Genteng.

Upaya untuk menambah jumlah dokter spesialis juga terus dilakukan salah satunya dengan pengangkatan dokter PNS tanpa tes dengan rekomendasi khusus dari pemerintah pusat.  Pemkab juga memberikan rekomendasi kepada dokter yang akan melanjutkan studi spesialis. “Kami juga memberikan  beasiswa kepada 9 orang dokter untuk menyelesaikan spesialisasi dengan komitmen untuk kembali ke daerah,” kata Bupati Anas.

Tidak hanya meminta para dokter untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Bupati Anas juga berjanji akan meningkatkan insentif jasa pelayanan bagi para dokter yang telah dimulai sejak tahun lalu . “Dulu kita mengajukan Rp. 15-30 juta, tapi oleh BPKP hanya diappraisal Rp.10-15 juta. Tahun depan akan kita ajukan lagi lebih tinggi,” pungkasnya. (Humas Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :