Kunjungan ke Banyuwangi Meningkat, Bupati Pesankan Koperasi Bisa Ambil Peluang
Rabu, 26 Juli 2017
BANYUWANGI – Semakin banyaknya kunjungan orang ke Banyuwangi, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta agar koperasi di Banyuwangi bisa mengambil peluang tersebut. Hal itu disampaikan Anas dalam peringatan ke-70 Hari Koperasi, Selasa (25/7) malam di Gesibu Taman Blambangan Banyuwangi.
“Walau koperasi kita sudah maju, tetaplah terus berupaya memajukan produk-produknya. Percuma kalau kita maju, tapi tidak ada orang yang datang untuk berkunjung. Karena itu sebanyak-banyaknya kita akan datangkan banyak orang ke Banyuwangi lewat berbagai event menarik yang kita gelar dan destinasi wisata yang kita punya,” tandas Anas di depan para insan perkoperasian yang memenuhi areal Gesibu.
Anas mengatakan, kedatangan orang ke Banyuwangi harus dibarengi dengan pelayanan yang baik. Anas menyebutnya sebagai teori marketing yang baik, dimana ketika orang lain pernah datang ke Banyuwangi, kemudian menceritakan kebaikan tentang Banyuwangi. “Biarlah orang-orang ini yang menceritakan testimoninya ke dunia luar tentang Banyuwangi,” kata Anas.
Tak hanya itu, Anas berpesan agar koperasi di Banyuwangi harus kuat. “Untuk menjadikan koperasi kita kuat, anak-anak muda harus dididik untuk berkoperasi. Sekarang e-commerce menjadi trend baru. Orang pesan barang tinggal klik. Semua serba mudah. Inilah yang juga harus bisa ditangkap oleh koperasi di Banyuwangi,” cetus Anas.
Misalnya, lanjut Anas, dengan memberlakukan transaksi yang memanfaatkan e-banking, semua layanannya harus berbasis teknologi informasi (TI) dan mengikutsertakan anak-anak muda yang concern di bidang koperasi dalam pelatihan internet marketing. Selain itu juga koperasi di Banyuwangi harus tumbuh berdasarkan cluster dan potensi yang ada di situ. “Dengan demikian koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) akan terus berkembang. Ini merupakan bentuk antisipasi kita agar koperasi di Banyuwangi tidak ketinggalan,” tuturnya.
Menurut Anas, inilah pola ekonomi baru yang sekarang sedang dihadapi. Jika generasi ekonomi baru ini terjaga, maka koperasi akan terus maju.
Peringatan hari koperasi di Banyuwangi ini berlangsung meriah. Berbagai hiburan ditampilkan seperti tari-tarian, lagu-lagu dan permainan musik tradisional Banyuwangi yang terkenal rancak. Kegiatan ini dirangkai dengan berbagai kegiatan yang digelar beberapa hari sebelumnya. Mulai dari koperasi hijau dan kegiatan sedekah oksigen, dimana setiap kantor koperasi yang ada di Banyuwangi menampilkan kebersihan dan keasrian kantornya, tasyakuran dan donor darah.
Juga ada kegiatan sosial lainnya seperti pengentasan warga miskin dengan cara perbaikan rumah, beasiswa bagi anak berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu, bantuan modal kerja, hingga bantuan anak sekolah. Sementara di puncak peringatan hari koperasi ini juga diramaikan dengan pameran UMKM yang digelar selama 3 hari, mulai Selasa – Kamis (25-27/7).
Koperasi Banyuwangi saat ini berjumlah 866 koperasi. Berkat kerja keras bupati dan berbagai elemen dalam memajukan koperasi di Banyuwangi, pada 12 Juli lalu, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Pusat menganugerahkan penghargaan kepada Bupati Banyuwangi. Penghargaan sebagai Tokoh Madya Penggerak Koperasi tersebut diserahkan Ketua Dekopin Pusat, Nurdin Halid dalam peringatan hari Koperasi secara nasional di Makassar. Ini penghargaan yang diberikan sebagai apresiasi atas langkah bupati dianggap berhasil dan mampu memberdayakan koperasi di Banyuwangi.
Menariknya, antusiasme terhadap koperasi juga ditunjukkan oleh para generasi muda Banyuwangi. Kontingen Banyuwangi yang terdiri dari pelajar SMA berhasil menyabet banyak gelar juara di kegiatan Gelar Kreasi Pemuda Koperasi (Galaksi Jatim) di Tulungagung. Mereka pun ditasbihkan sebagai juara umum, yang kemenangannya meliputi juara 1 lomba simulasi rapat anggota, juara 1 lomba penyuluhan koperasi, juara 2 lomba film pendek, juara 2 lomba kuis Galaksi, juara 3 lomba Business Plan, juara 3 lomba opera dan juara harapan 1 lomba kreasi daur ulang. (*)