Kunjungan Kerja Pertama, Bupati Anas Cek Pembangunan Jalan di Pinggiran Banyuwangi
Selasa, 23 Februari 2016
<span 1.6em;"="">Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus mendorong pembangunan dan pemerataan infrastruktur. Setelah tahun sebelumnya fokus ke pembangunan jalan antar kecamatan, kini fokus diarahkan pada pembangunan jalan penghubung antar desa.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam kesempatan kunjungan kerja kali pertama sejak menjabat kembali sebagai bupati pun turun melihat proyek pembangunan jalan di Dusun Pringgodani, Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi , Selasa (23/2).
Di pelosok di wilayah utara Banyuwangi ini telah dilakukan proses pengaspalan jalan utama desa sepanjang 9 km. Pembangunan jalan yang dimulai sejak tahun 2015 lalu, telah mencapai 6 km, dan tahun 2016 ini dikerjakan 3 km sisanya.
Pembangunan jalan-jalan di desa pinggiran, menurut Anas, merupakan salah satu program prioritas Pemkab Banyuwangi. Selain itu, ini bagian dari implementasi Nawacita yang menjadi program Presiden Joko Widodo. “Pembangunan jalan di desa-desa pinggiran ini, selaras dengan program Nawacita-nya Pak Jokowi,” ungkap Anas.
Menariknya, proses pembangunan jalan tersebut dirancang dengan konsep privat patnership, yaitu pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah bekerjasama dengan masyarakat. Pemerintah daerah menyiapkan aspal, tenaga teknis, dan bantuan alat berat.
“Jalan ini dibangun bareng pemda dengan masyarakat. Pemda menyediakan aspal dan tenaga teknis lainnya, sementara masyarakat menyediakan tenaga pekerja dan material pendukung lainnya. Petugas teknis dari pemda karena untuk memantau pembangunan jalan agar sesuai standard,” kata Anas.
"Warga juga ikut bergotong royong, termasuk menyediakan makanan kecil bagi pekerja saat mereka istirahat. Secara otomatis menambah kerukunan, suasana jadi guyub. Kalau masyarakat guyub, ini jadi modal sosial yang bagus untuk bersama-sama membangun daerah ke depannya," imbuh Anas.
Kepala Dusun setempat, Sugiyanto, mengatakan, warga ikut bekerja bersama dalam pengaspalan jalan. “Masyarakat dibagi tiap dua RT untuk menangani pembangunan jalan tiap tiga kilometer,” ungkapnya.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Mujiono mengatakan, pembangunan jalan di Pringgodani tersebut, pemda menyediakan 387 drum aspal. Aspal tersebut telah disimpan oleh pemda untuk disalurkan kapanpun ke daerah-daerah yang akan dibantu.
“Kita hanya menyimpan dan menyuplainya sesuai dengan permintaan. Jika desa yang ditunjuk telah siap, maka aspal akan segera diantarkan, bersama dengan alat berat dan tenaga teknis pendamping,” jelasnya.
Bupati Anas mengharap dengan dibangunnya infrastruktur jalan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat desa. Dengan akses jalan yang baik diharapkan dapat memicu peningkatan ekonomi, pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Pemkab Banyuwangi tahun ini mengalokasikan dana Rp538 miliar untuk pembangunan infrastruktur, di mana Rp275 miliar di antaranya untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan yang tahun ini diharapkan bisa mencapai 800 kilometer.
"Banyuwangi ini kabupaten terluas di Jawa Timur dan bahkan di Jawa. Pembangunan infrastruktur jalan dilakukan bertahap. Dengan skema sinergi bersama masyarakat dan dunia usaha seperti yang kami lakukan di Dusun Pringgondani ini, semakin banyak jalan yang bisa dibangun," pungkas Mujiono. (Humas Protokol)