Kwarcab Banyuwangi Gelar Muscab

Kamis, 21 April 2016


Kwarcab Banyuwangi Gelar Muscab

Banyuwangi – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyuwangi kembali menggelar Musyawarah Cabang (Muscab), Kamis (21/4), di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Kegiatan yang rutin digelar lima tahun sekali itu,  mengagendakan pertanggungjawaban Kwarcab Gerakan Pramuka Banyuwangi 2010-2015. Sekaligus memilih dan menyusun kepengurusan Kwarcab Gerakan Pramuka Banyuwangi masa bhakti 2016-2021.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, Nyoto Prayitno dan sejumlah pengurus Kwarcab Kabupaten Banyuwangi. Yakni Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai Majelis Pembimbing Kwartir Cabang (Mabincab) Kabupaten Banyuwangi, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiatmoko sebagai Ketua Kwarcab Kabupaten Banyuwangi. Serta sejumlah utusan dari 24 Kwartir Ranting (Kwaran) se Banyuwangi.

Bupati Anas dalam sambutannya mengatakan gerakan pramuka Banyuwangi harus mampu mensinergikan kegiatannya dengan program pemerintah. Banyuwangi saat ini, lanjut bupati, sudah memiliki banyak program yang semuanya berbasis IT. Setiap kegiatan tersebut selalu terkoneksi dengan internet dan bisa diakses secara mudah oleh masyarakat. Seperti e-Village Budgetting, e-Monitoring System, dan sistem keuangan berbasis akrual. Banyuwangi pun sudah mendesain sebuah program baru berbasis IT bertajuk Smart Kampung. Dimana pusat kegiatan pelayanan public akan dipusatkan di desa dengan system on line. Tak hanya itu, baru-baru ini Banyuwangi juga telah meluncurkan digital market place “Banyuwangi Mall”. “Saya harap gerakan pramuka Banyuwangi bisa turut mensukseskan program pemerintah ini,” kata Bupati Anas.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Kabupaten Banyuwangi Yusuf Widiatmoko menambahkan gerakan pramuka memiliki peran yang cukup penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri dan tangguh. Oleh karenanya, wabub berharab pengurus kwarcab gerakan pramuka Banyuwangi bisa mencari cara agar pramuka semakin disenangi para pemuda Banyuwangi.

“Yang harus kita lakukan, bagaimana menjadikan kegiatan kepramukaan ini menjadi hal yang menyenangkan bagi para pelajar.  Sehingga mereka tidak hanya menganggap pramuka sebagai salah satu kurikulum sekolah, namun juga menyadari bahwa pola kepemimpinan dan pembelajaran pramuka itu baik dan bisa menjadi bekal mereka menuju pribadi yang tangguh di masa mendatang,” ujar Yusuf. (Humas)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :