Lakukan Penataan, Bupati Tinjau Pantai Boom
Selasa, 25 Maret 2014
BANYUWANGI – Menindak lanjuti rencana penataan Pantai Boom, Bupati Abdullah Azwar Anas meninjau secara langsung kondisi pantai tersebut, Selasa (25/3). Dengan bersepeda Bupati menyinggahi beberapa titik mulai jalan masuk hingga ke lokasi di area pantai.
Pertama kali Bupati singgah di Jembatan Pantai Boom. Di lokasi itu Bupati melihat banyaknya sampah yang memang menjadi salah satu masalah di kawasan tersebut. Bau kurang sedap yang cukup menyengat pun sempat tercium oleh seluruh rombongan. Setelah itu Bupati melanjutkan gowes sepeda, dan berhenti di pinggir pelabuhan khusus kapal nelayan Pantai Boom. Sama seperti lokasi pertama di sepanjang pinggir laut juga dipenuhi oleh sampah. Bupati pun langsung meminta Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk melakukan pembersihan kawasan tersebut. “Badan Lingkungan Hidup juga harus memberikan edukasi bagi nelayan yang sandar agar tidak membuang sampahnya ke laut,” ujar Bupati.
Bupati pun sempat masuk kedalam gudang tua yang berdiri tepat diseberang pelabuhan kapal ikan. Ternyata gudang tersebut dipakai sebagai tempat pengeringan dan penyimpanan ikan. Hal ini disayangkan oleh Bupati karena gedung tersebut sangat potensial sebagai pendukung wisata di Pantai Boom. “Kalau bisa dijadikan gedung pertemuan akan luar biasa,” kata bupati.
Selanjutnya, Bupati melanjutkan perjalanan menuju Pantai Boom. Bupati berhenti di seberang warung-warung yang berdiri di sepanjang pinggir pantai. Lokasi tersebut akan menjadi lokasi baru warung-warung PKL. Nampak beberapa warga serta petugas PU tengah mengukur lahan dan memberi batas-batas tanah. “Nanti warung-warung sepanjang pantai itu akan pindah ke sini (sebelah barat-red), dan bekas warung tadi akan menjadi ruang terbuka hijau. Pandangan ke arah laut pun semakin luas dan lapang,” kata Bupati.
Bupati melanjutkan, sebelumnya telah dilakukan pertemuan warga dan pedagang Pantai Boom di Kelurahan Kampung Mandar. Tidak ada hambatan yang berarti karena warga sepakat dengan adanya penataan pantai. Pedagang juga sukarela memindahkan warung-warungnya. Mereka akan berjualan sementara di warung semi permanen sambil menunggu pembangunan kios-kios bagi pedagang yang didirikan oleh Pemkab.
Namun Bupati menegaskan, tidak boleh ada penambahan PKL baru di lokasi itu. “Targetnya minggu ini pedagang sudah pindah dan pinggir pantai sudah bersih. Pemda akan membangunkan warung yang rapi dan indah. Sekarang desainnya sedang dirancang oleh para arsitek dari Jakarta,” ujarnya.
Selain menata PKL, Bupati mengatakan akan menerapkan pengelolaan pantai yang berbasis masyarakat. Terutama dengan melibatkan warga yang ada di perkampungan di sekitar Pantai Boom. Nantinya akan diatur agar mobil tidak masuk ke area pantai tapi diparkir di lokasi tertentu. Untuk menuju area pantai pengunjung bisa menyewa sepeda onthel yang disewakan oleh warga. “Warga yang mengelola persewaan sepeda adalah warga sekitar pantai yakni warga Kampung Ujung dan Kampung Mandar,” kata bupati.
Warga juga dilibatkan dalam menangani keamanan dan kebersihan lingkungan pantai. “Kami optimis dengan konsep ini Pantai Boom akan bersih, rapi dan aman karena melibatkan peran serta masyarakat,” tutur bupati.
Selain itu pemasangan paving jalan serta pembangunan taman juga akan dilakukan untuk mempercantik kawasan Pantai Boom. Beberapa fasilitas bagi kenyamanan pengunjung pantai seperti toilet, mushola dan rest area juga akan disediakan. (Humas & Protokol)