Lazuardi Tursina Banyuwangi Siapkan Kurikulum Ahlussunah Waljamaah
Rabu, 23 April 2014
BANYUWANGI - Untuk memenuhi harapan lahirnya sekolah Islam yang moderen dan berkualitas di Banyuwangi, Sekolah Dasar Islam Lazuardi Tursina hadir di tengah pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang pesat. Lazuardi Tursina tidak hanya diperkaya Kurikulum internasional, tetapi juga diperkuat dengan muatan lokal. Salah satunya, dalam konten keagamaannya secara khusus Lazuardi Tursina Banyuwangi menyusun kurikulum pendidikan Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja).
Kurikulum Ahlussunah Waljamaah merupakan breakdown dari kurikulum nasional 2013 yang dipakai oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Kurikulum Ahlusunnah Waljamaah ini dituangkan dalam sebuah buku pendamping yang menjadi pegangan para guru . “Dalam prakteknya semua pelajaran di kurikulum dibreakdown, disesuaikan ajaran Ahlusunnah Waljamaah,” kata Direktur SD Lazuardi Tursina Nur Wiarsih.
Contohnya, pada mata pelajaran agama, untuk tuntunan sholatnya diberikan pondasi sesuai dengan ajaran Ahlussunnah Waljamaah. “Mulai rukun sholat dan hafalan doa-doa, berpedoman pada ajaran Ahlusunnah Waljamaah,” ujar Nunung panggilannya.
Lazuardi Tursina Banyuwangi merupakan sekolah semacam “franchise” yang berpusat di Jakarta dan sistem pembelajarannya mengadopsi kurikulum Universitas Cambridge, London, tetapi sekolah ini diberikan hak-hak otonom dalam pengelolaannya. Sehingga diperbolehkan menyusun kurikulum tambahan yang memberikan konten lokal termasuk menerapkan kurikulum Ahlusunnah Waljamaah.
Dalam penyusunan kurikulum tersebut pihak pengelola sekolah Lazuardi Tursina Banyuwangi melibatkan sejumlah ulama dan tokoh agama seperti Ketua MUI Kabupaten Banyuwangi KH. Yamin, LC, Ketua Dewan Tanfidziyah PC Nahdatul Ulama Banyuwangi , KH. Masykur Ali, Rais Syuriah PCNU Jember KH. Muhyidin Abu Somad, direktur Aswaja centre Banyuwangi H. As’ad dan sejumlah praktisi pendidikan pesantren salah satunya Ustad Muhyidin dari Ma’had Ali Ponpes Salafiyah Syafiiyah, Sukerejo, Situbondo. “Ini adalah langkah dalam memberikan mutu dan kualitas sekolah internasional dan Islami. Sekaligus juga untuk menepis isu bahwa Lazuardi Tursina Banyuwangi adalah sekolah Islam yang berbasis aliran Syiah,” kata Masykur Ali.
Sementara itu ketua MUI Banyuwangi H. Yamin, Lc berharap dengan adanya kurikulum ini anak-anak tidak hanya cerdas intelektualnya namun juga keagamannya.” Jika berhasil diterapkan, kurikulum ini dapat menjadi model bagi pengembangan pendidikan di sekolah-sekolah Islam modern lainnya,” kata Yamin. (Humas Protokol)