Lebaran Di Kampung, Bupati Anas Terkenang Abah
Rabu, 6 Juli 2016
Banyuwangi- Suasana hari raya Idul Fitri atau akrab disebut lebaran memang menjadi hari yang spesial bagi umat muslim di Indonesia. Pada momentum lebaran tersebut, umat Muslim melakukan tradisi berkumpul keluarga dan kembali ke kampung halaman. Hal ini tak terkecuali juga dirasakan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Bupati Azwar Anas melewati lebaran di kampung halamannya di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Lebih tepatnya di kompleks Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan. Pada saat lebaran seperti itulah, semua keluarga besarnya berkumpul.
Namun, dalam suasana lebaran seperti ini, kenangan akan almarhum ayahandanya KH. Ahmad Musayyidi, menjadi hal yang selalu dirindukan. Empat lebaran sudah Kiai Mussayidi meninggalkan istri dan kesembilan anaknya. Tepatnya semenjak 3 Agustus 2012 silam. "Yang dirindukan saat lebaran ini adalah abah," gumam Bupati Anas seraya berkaca-kaca.
Untuk mengenang almarhum ayahandanya tersebut, orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi itu sengaja menggelar open house tiap lebaran. Pada lebaran kali ini, open house digelar selama dua hari. Mulai hari pertama hingga kedua lebaran (6-7/7). "Untuk tahun ini, malah H-2 lebaran saya sudah disini," tuturnya disela-sela open house.
Tak hanya open house, untuk mengenang abahnya - panggilan akrab bapaknya - Bupati Anas juga meneladani kebiasaan yang dilakukan oleh almarhum. Selain memimpin sholat lima waktu di pesantrennya, selama lebaran tersebut, Bupati Anas juga menyantuni semua janda, anak yatim, dan fakir miskin di kampungnya. "Ini meneladani kebiasaan Abah," terangnya.
Sementara itu, open house yang digelar di kampung halamannya tersebut didatangi ratusan warga sekitar. Silih berganti berdatangan. Tak hanya warga sekitar, beberapa kolega dan pejabat struktural Pemkab Banyuwangi juga turut hadir dalam open house tersebut. Di hari pertama itu, juga tampak hadir Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko beserta istrinya turut bersilaturrahmi.
"Selain untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar dan warga sekitar, ini juga untuk merasakan keguyuban lebaran di kampung yang sulit ditemui di kota," tuturnya. (Humas)