Lintas Elemen di Banyuwangi Serukan Indonesia Damai

Rabu, 23 November 2016


Lintas Elemen di Banyuwangi Serukan Indonesia Damai

 

BANYUWANGI – Berbagai elemen di Kabupaten Banyuwangi berkumpul untuk menguatkan komitmen sekaligus menyerukan pentingnya suasana damai di Tanah Air. Pertemuan dengan tajuk Rapat Koordinasi Sinergitas 3 Pilar digelar di kampus Politeknik Negeri Banyuwangi, Rabu (23/11).

Sinergi Tiga Pilar ini dihadiri tak kurang dari 800 tokoh yang terdiri dari Forum Pimpinan Daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat termasuk di dalamnya ada organisasi nonpemerintah, kelompok pemuda, dan kelompok perempuan. Seluruh kepala desa dan aparatnya turut hadir membahas perkembangan masalah yang ada di masyarakat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sinergi lintas elemen diperlukan untuk membangun daerah dan bangsa. Kesolidan ini akan mengantarkan semua program pembangunan bisa sukses dan bermanfaat bagi publik luas. 

”Saat ini kita sedang menghadapi banyak tantangan, terutama tantangan perekonomian. Kalau tidak kompak, bisa repot. Tentu kesolidan semua elemen ini harus dibarengi dengan kerja-kerja yang inovatif,” ujar Anas.

Anas mengatakan, di tengah tantangan itulah, semua elemen diharap menyatukan langkah. Dia berharap masyarakat tidak terpecah-belah menghadapi situasi politik belakangan ini. Masyarakat juga diharapkan tidak ikut larut dalam ujaran provokatif dan saling menghina yang marak di media sosial.

”Isu-isu kedamaian, kekompakan, dan kebhinnekaan sangat relevan untuk kita jaga bersama. Berbeda pilihan dan pendapat boleh, tapi harus tetap berada pada koridor hukum. Kabar-kabar hoax dan kurang bermanfaat seperti ajakan untuk rush money atau mengambil uang simpanan di bank secara masal hendaknya tidak diindahkan karena berbahaya bagi ekonomi kita,” papar Anas.

Dia menambahkan, pertemuan antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan seperti yang digelar hari ini rutin diselenggarakan setiap tiga bulan sekali. Pertemuan resmi digelar setiap tiga bulan sekali. Namun, secara informal, sinergi dilakukan setiap saat. Jalinan erat itu bisa meminimalisasi masalah karena berbagai problem langsung dibicarakan dan dicari solusinya secara bersama-sama.

”Ini bukan sekadar pertemuan biasa dan basa-basi. Sinergi ini juga membahas masalah yang ada di masyarakat sekaligus menemukenali solusinya. Program-program seperti gerakan pengentasan anak putus sekolah, beasiswa Banyuwangi Cerdas, dan Banyuwangi Mengajar yang mengirim sarjana ke desa-desa lahir dari forum seperti ini,” ujar Anas.

Dalam kesempatan tersebut, Anas juga mengajak seluruh elemen untuk menyambut akhir tahun dengan baik mengingat itu adalah salah satu masa puncak (peak season) kedatangan wisatawan. Akhir tahun selalu jadi ” musim panen” para pelaku usaha pariwisata.

”Mungkin ada tetangga atau teman kita yang bikin kue, buka warung, jadi driver, menyewakan mobil jadi pemandu wisata, bekerja di hotel, dan sebagainya. Mari kita bantu mereka dengan ikut mendukung iklim pariwisata yang bagus. Siapkan diri menyambut tamu-tamu yang datang. Tersenyum, ramah, jaga kerukunan. Itu semua awal berkah bagi saudara-saudara kita yang bergerak di bidang wisata, dan berkah untuk ekonomi Banyuwangi,” pungkas Anas.

Dalam pertemuan tersebut, semua elemen masyarakat yang datang juga mendeklarasikan pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI. Ada lima poin yang menjadi perhatian dalam deklarasi tersebut. Mulai dari kesetian pada Pancasila dan UUD 1945, mengutamakan persatuan dan kesatuan di atas kepentingan golongan, siap sedia menghadapi berbagai ancaman dan tantangan, memelihara kebersamaan antar agama dan etnis, serta berperan aktif mewujudkan kekompakkan dan soliditas antar elemen masyarakat.

Deklarasi yang dibacakan ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH. muhammad Yamin tersebut diikuti lintas elemen. Selain tiga pilar, juga diikuti oleh perwakilan etnik, perwakilan partai politik, ormas, perwakilan dunia pendidikan, dan pemuka agama. (Humas).

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :