Loka Diklat Penerbangan Banyuwangi Datangkan Tiga Pesawat Baru
Senin, 9 September 2013
BANYUWANGI – Selain Garuda yang siap terbangi Blimbingsari, Loka Pendidikan dan Latihan Penerbangan Banyuwangi meresmikan tiga pesawat latih baru di Bandara Blimbingsari, Rogojampi. Peresmian tiga unit pesawat itu dilakukan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan RI, Santoso Edy Wibowo bersama Bupati Abdullah Azwar Anas di Bandara Blimbingsari, Minggu (8/9).
Jenis pesawat latih yang diresmikan adalah pesawat yang didatangkan langsung dari AS seharga USD 300 ribu atau setara Rp 3 miliar setiap unitnya. Pesawat yang baru ini jenis Cessna 172s merupakan buatan pabrikan Cessna Aircraft Company, Kansas, Amerika Serikat (AS), berkapasitas empat orang penumpang.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI, Yudhi Sari Sitompul menjelaskan, pengiriman tiga unit pesawat latih itu tidak langsung dari AS ke Indonesia. Pesawat itu dikirim melalui transportasi laut dari Pelabuhan Texas AS menuju PortKelang, Malaysia. “Dari Malaysia langsung diterbangkan ke Banyuwangi melalui beberapa bandara,” jelas Yudhi Sari.
Dengan datangnya tiga unit pesawat latih itu, maka Loka Pendidikan dan Latihan Penerbangan Banyuwangi memiliki lima unit pesawat latih. Dua pesawat latih lainnya, menggunakan jenis Tobago yang didatangkan ke Banyuwangi pada tahun 2012.
Sementara itu, menurut Chief Ground Instructor Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya M Hisyam, pesawat latih jenis Cessna ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pesawat sejenisnya. Pertama sayap pesawat menggunakan high wing ceiling altitude dengan kemampuan terbang hingga 14 ribu feet.
Keunggulan kedua, pesawat itu lebih irit bahan bakar minyak (BBMO). Jika BBM terisi penuh pesawat jenis Cessna ini mampu terbang selama 4,5 jam. “BBM-nya menggunakan bahan bakar Avgas, sehingga kecepatan terbangnya bisa mencapai 110 knot hingga 129 knot per jam,” kata Hisyam. (Humas dan Protokol)