Lomba Cipta Menu, Angkat Citra Makanan Khas Daerah Sekaligus Kreasi Pengganti Beras & Terigu
Selasa, 10 September 2013
BANYUWANGI – Lomba cipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman berbasis makanan khas daerah Banyuwangi yang digelar di Gedung Wanita Paramitha Kencana, Selasa (10/9), oleh Kantor Ketahanan Pangan berlangsung marak dan meriah.
Selain diikuti 24 tim anggota penggerak PKK dari 24 kecamatan, lomba ini juga dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sekkab Slamet Kariyono, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ipuk Fiestiandany Azwar Anas, Ketua GOW Kabupaten Banyuwangi, Ny Minuk Widyatmoko, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Banyuwangi, Ny Susi Slamet Kariyono, Kepala SKPD dan seluruh camat se kabupaten.
Dalam lomba cipta menu pengganti makanan non beras dan terigu serta memodifikasi makanan khas Banyuwangi ini, ditampilkan bermacam-macam menu yang disesuaikan dengan komoditi daerah peserta. Misalnya Kecamatan Purwoharjo, yang terkenal dengan pertanian dan nelayan, menu yang ditampilkan cukup unik. Untuk menu makan malam misalnya, ada nasi tiwul, peyek daun beluntas dan ikan asin. Untuk lauknya ada cumi isi bunga pisang dan minumannya, ada kopi float yang cantik dicampur dengan cremer yang menarik.
Sementara itu dari Kecamatan Banyuwangi, talas panggang yang dibungkus daun ketela pohon untuk menu makan malamnya. Dan lauknya ada kala gepuk (daging rendang yang dikeringkan, red), untuk sayurnya ada semanggi Blambangan dan minumnya ada wedang panca warna yang terbuat dari jahe.
Lalu ada menu makanan pagi, yang menampilkan nasi gadung, pecel ayam dan yogurt strawberry guava juga terlihat di deretan meja yang sedang dinilai juri. Juri yang menilai lomba ini ada tiga, dari SMK Sritanjung, Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Persatuan Ahli Gizi Banyuwangi.
Dari ke-24 kecamatan yang menampilkan beragam menu tersebut, terpilih Kecamatan Srono yang menjuarai lomba ini. Disusul Kecamatan Gambiran berhasil meraih juara II dan Kecamatan Banyuwangi, berhasil menjadi juara III. Sedangkan Kecamatan Pesanggaran, Wongsorejo dan Kecamatan Glenmore masing-masing meraih juara harapan I, II dan III. “Lomba ini seyogyanya bisa ditindaklanjuti ke desa-desa. Karena potensi yang ada di Banyuwangi sangat luar biasa dan menu-menu seperti ini bisa disuguhkan kepada tamu yang tengah berkunjung ke Banyuwangi,” kata Sekkab Slamet Kariyono, mewakili sambutan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Selain itu, imbuh Sekkab, para juara lomba cipta menu diharapkan juga menang di ajang lomba cipta menu di tingkat provinsi yang akan digelar tidak lama lagi. “Mudah-mudahan ibu-ibu juga berhasil membawa harum nama Banyuwangi di tingkat provinsi nanti,” harap Sekkab.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandany Azwar Anas mengatakan, pentingnya lomba ini agar masyarakat bisa berkreasi untuk menciptakan beragam menu pengganti karbohidrat bagi keluarganya, sehingga tidak tergantung pada beras dan terigu. “Apalagi jika ada keterbatasan lahan ibu-ibu bisa menciptakan menu pengganti nasi dengan kreasi yang beragam. Dan ini bisa menumbuhkembangkan ekonomi kreatif dan yang penting, memenuhi gizi, aman dan sehat,” ujar Ny Dhani Azwar Anas.
Yang kedua, kata Ny Dhani, membangun budaya keluarga untuk mengkonsumsi aneka menu makanan B2SA untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari dengan memanfaatkan potensi pangan yang ada disekitar rumah/pekarangan. “Juga mengangkat citra makanan khas daerah agar dapat digemari dan mampu bersaing dengan makanan modern,” kata Ny Dhani.
Sedangkan Kepala Kantor Ketahanan Pangan, Dewa Made Wicaksana MAP menambahkan, tujuan digelarnya lomba ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman). Juga mendorong masyarakat dalam meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal dengan karbohidrat selain beras dan terigu. “Fokus ketahanan pangan ini sebenarnya, selain lomba menu juga ada percepatan, peningkatan diversifikasi pangan. Yang dalam hal ini dipicu menurunnya konsumsi beras yang saat ini sebesar 1,5 persen per tahun,” terang Made. Untuk diketahui, imbuh Made, konsumsi beras tingkat nasional 95,50 kilogram perkapita pertahun. Sedangkan Jawa Timur, 91, 60 kilogram perkapita per tahun.
Sekedar diketahui, dalam acara ini Bupati Anas didampingi Ny Ipuk Fiestiandany juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan menyerahkan langsung piala dan uang pembinaan kepada para peraih juara Cipta Menu 2013. (Humas & Protokol)