Mahasiswa S3 Undip Belajar Kebijakan Pelayan Publik di Banyuwangi
Jumat, 27 Maret 2015
BANYUWANGI - Mahasiswa S3 program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Diponegoro Semarang menyambangi Pemkab Banyuwangi, Jumat (27/3). Kehadiran mereka ini untuk melihat lebih dekat berbagai inovasi pelayanan publik yang dibuat oleh pemerintah daerah.
Rombongan mahasiswa tersebut juga diikuti Ketua Prodi Dokter Administrasi Publik Prof. Dr. Dra. Sri Suwitri, M.Si. , Dirjen Bina Gizi dan KIA kementrian Kesehatan, dr. Agung Sugianto, dan Asisten Deputi Kemenpan RB.
Profesor Sri Suwitri mengatakan, kedatangannya bersama seluruh tim ke Banyuwangi karena kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini dianggap memiliki beberapa program pelayanan publik yang inovatif dan menarik. Ia pun menyebutkan beberapa program seperti bayi lahir langsung dapat akta, program anak Tokcer, beasiswa bagi siswa miskin berprestasi dan program Siswa Asuh Sebaya (SAS). “Kami ingin melihat secara langsung bagaimana kebijakan tersebut dibuat dan bagaimana implementasinya,” cetus Prof. Suwitri.
Profesor Sri Suwitri melanjutkan, mahasiswa S3 pada program Doktor Administrasi Publik Undip memang diharuskan menemukan sesuatu yang baru selama menjalani proses perkuliahan terkait kebijakan dan manajemen publik. Salah satu caranya dengan mencari berbagai inovasi pelayanan publik dari berbagai wilayah baik di dalam maupun diluar negeri. “Hasil inovasi yang kita dapatkan nantinya akan dibahas bersama dan digodog lagi untuk disempurnakan jika masih ada yang kurang,” kata Profesor Suwitri.
Nantinya selain menjadi produk akademik, hasil yang didapatkan dari kunjungan ini, akan disusun sebagai laporan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebiijakan terkait pelayanan publik. Itulah mengapa, dalam kunjungannya kali ini, dia juga mengajak kementrian PAN RB dan Kementrian Kesehatan. “Ini juga salah satu tugas kita untuk perbaikan pelayanan publik di Indonesia. Saya kira program inovasi pelayanan publik di Banyuwangi bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain” ujar Prof. Savitri.
Untuk mencari daerah-daerah yang memiliki inovasi pelayanan publik, pihaknya memantau melalui Kemenpan RB. Sebab Kementrian ini memiliki bank data semua daerah yang memiliki inovasi pelayanan publik unggulan. “Jadi kami bisa melihat dengan lebih mudah daerah mana saja yang terbaik untuk kami didatangi,” kata Prof. Sawitri.
Ditambahkan Dirjen Bina Gizi dan KIA Kemenkes, dr. Anung Sugianto, kedatangannya ke Banyuwangi setelah mendengar kemajuan Banyuwangi dibidang kebijakan administrasi publik. “kami tertarik untuk melihat penerapan kebijakan itu secara langsung,” kata dr. Anung.
Anang pun ingin melihat secara lengkap proses keluarnya sebuah kebijakan mulai saat sebuah kebijakan dicetuskan, lalu proses komunikasi dengan legislator di DPRD sampai kebijakan tersebut diterima oleh masyarakat. “Terutama kami ingin lihat bagaimana pengaruh seorang leader dalam keberhasilan kebijakan yang diambil di Banyuwangi,” cetus dr. Anung. (Humas Protokol)