Malam Puncak HUT Banyuwangi Bertabur Artis dan Pesta Kembang Api
Minggu, 22 Desember 2013
BANYUWANGI – Malam puncak HUT ke-242 Banyuwangi yang digeber di Taman Blambangan Sabtu, (21/12) berlangsung marak dan spektakuler. Seluruh artis papan atas Bumi Blambangan dari generasi tua ke muda, Sumiyati, Alief S, Niken Arisandi, Reni Farida, Chandra Bayu, Fitri Tamara dan Suliyana tampil memukau di malam itu. Dengan membawakan lagu-lagu andalannya, seperti Konco Lawas, Rehana dan Gelang Alit, Sumiyati dan Alief S seolah mengajak penonton bernostalgia dengan artis yang pernah kondang membawa Banyuwangi ke percaturan musik Indonesia ini. Sedangkan Chandra Bayu, Reni Farida dan Niken Arisandi yang tampil dengan membawakan lagu-lagunya, juga mampu menghipnotis penonton. Sementara Suliyana artis cantik yang sedang naik daun ini, menutup penampilan para artis ini dengan Asmoro dan Layang Sworo- nya.
Sebelum para artis menyanyikan lagu-lagu hitsnya, mereka koor menyanyikan Ulan Andhung-andhung untuk membuka penampilannya. Selain dihibur alunan nada, ribuan masyarakat yang memadati Taman Blambangan sejak pukul 18.00 WIB juga dihibur penampilan ilusionist Bro Wasis, Dancer dan mentalist. Tak luput ada Putri Surya Citra, jebeng yang jadi model Banyuwangi Discovery membawakan lagu Mimpi, milik Anggun C Sasmi.
Selain bertabur artis, malam puncak HUT Banyuwangi juga bertabur para tokoh nasional yang hadir khusus untuk menyaksikan euforia di Bumi Blambangan ini. Ada CEO Bosowa Grup Erwin Aksa, Bos Semen ternama Indonesia yang saat ini juga sebagai Jubir Partai Golkar ini secara khusus datang ke Banyuwangi untuk ikut merayakan HUT Banyuwangi. “Saya sengaja datang untuk memberikan semangat dan spirit serta dorongan kepada Pemkab Banyuwangi yang telah membuat suatu perubahan dan pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi. Selamat HUT Banyuwangi,” ucapnya.
Lalu ada Ketua Perbanas Sigit Promono, Pemimpin Redaksi SCTV, Insan Kamil. Sigit yang hadir bersama rombongannya ini menyatakan suatu kehormatan khusus bisa berada di Banyuwangi untuk ikut merayakan HUT-nya. “Saya sangat betah di Banyuwangi. Selama enam bulan saya terus mengikuti rangkaian event-nya. Saya menilai ini prestasi yang luar biasa. Investasi langkah kecil tetapi dukungannya luar biasa. Dirgahayu Banyuwangi,” ucap owner Java Banana ini.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang malam itu didampingi Wabup Yusuf Widyatmoko, Sekkab Slamet Kariyono, seluruh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) beserta isteri, Kepala SKPD, Perbankan serta budayawan dan seluruh tokoh agama menyatakan keharuan yang luar biasa malam itu. “HUT ke - 242 Banyuwangi suatu kebanggaan dan kebahagiaan bagi saya sekaligus spirit untuk terus maju membangun Banyuwangi ke depan. Sesungguhnya masih banyak tantangan dan hambatan. Penduduk miskin masih banyak meskipun kita telah menurunkan 10 persen dari jumlah 1,6 juta jiwa. Namun kita akan berupaya menurunkan terus,” tutur Bupati Anas.
Selain penduduk miskin, target yang akan dikerjakan di 2014 adalah memprioritaskan masalah pendidikan. “Di tahun 2014 nanti tidak boleh lagi ada sekolah yang tidak layak. Kita juga terus berikan beasiswa kepada siswa tidak mampu melalui beasiswa cerdas. Juga kepada anak yatim berprestasi dan anak berkemampuan khusus kita akan prioritaskan. Termasuk progress menata birokrasi ke dalam. Tentunya tidak meninggalkan skala prioritas yang menopang PDRB kita, pertanian dan sektor irigasi. Yang ditahun 2014 nanti kita juga tuntaskan pembangunan waduk Bajul Mati dengan biaya Rp 350 miliar ini,” ungkap Bupati Anas dalam sambutannya di HUT Banyuwangi.
Pada malam puncak HUT Banyuwangi ini juga diberikan penghargaan kepada Wahyono sebagai Juara MTQ tingkat nasional, Hotel Santika dan seorang guru teladan dari Sarongan serta santunan kepada anak-anak yatim piatu.
Sebagai penutup sekaligus menandai perayaan HUT Banyuwangi, panggung megah itu ditutup dengan letusan pesta kembang api selama setengah jam penuh. Kembang api dengan percikan-percikan bunga api melayang di udara terlihat sangat elok dan cantik. Nyaris semua masyarakat masih belum mau beranjak dari Taman Blambangan, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB, hanya untuk mengabadikan moment indah dengan memotret bunga-bunga api ini. (Humas dan Protokol)