Malam Resepsi HUT RI ke 70 Berlangsung Meriah
Selasa, 18 Agustus 2015
Rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 70 yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi berlanjut dengan kemeriahan malam resepsi di Pendopo Sabha Swagata, Senin malam (17/8). Semua elemen masyarakat mulai Forpimda, anggota DPRD, para pimpinan partai, instansi vertikal, kalangan perbankan, pengusaha, kades, veteran, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), budayawan, anggota paskibraka dan masyarakat umum, bersama-sama menikmati berbagai suguhan hiburan di malam pesta kemerdekaan tersebut.
Beragam hiburan mengisi acara yang berlangsung dengan meriah itu. Mulai tari-tarian, musik perkusi, paduan suara, lagu-lagu keroncong dan lagu kemerdekaan semuanya tampil dengan apik. Dan yang paling membanggakan semuanya dibawakan oleh putra-putri Banyuwangi. Seperti musik perkusi yang dibawakan oleh Larlare Orkestra 'Mupus Wangi' dan paduan suara oleh SMAN 1 Kota Banyuwangi, serta tari-tarian tradisional khas nusantara oleh para pelajar.
Melengkapi suguhan malam itu juga ada persembahan lagu kemerdekaan yang menyentuh hati dari Keisya, siswi kelas 4 SDN Ketapang 1 dan pembacaan puisi oleh Dedy Mizwari, siswa difabel kelas 2 SDLB A.
Dalam sambutannya Bupati Abdullah Azwar Anas mengingatkan kembali makna dari tema besar HUT ke 70 RI “Ayo Kerja” yang telah ditetapkan secara nasional '. Menurutnya tema ini bukan hanya sekedar menganjurkan segenap rakyat untuk bekerja, tapi juga untuk menunaikan tanggung jawab kita kepada rakyat untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan.
“Tantangan kita kedepan semakin besar, apalagi saat ini tengah terjadi kondisi ekonomi yang kurang baik seperti inflasi yang banyak terjadi di banyak daerah dan adanya penurunan investasi. Namun kita yakin Banyuwangi mampu bertahan dan terus maju dengan kondisi inflasi yang terkendali. Kita juga akan terus mendorng kredit produktif bagi rakyat,” ujarnya
Bupati Anas menegaskan untuk mewujudkan Banyuwangi ke arah yang maju hal yang paling penting untuk dilakukan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Karena itu kami berkomitmen, ke depan pengembangan SDM akan terus jadi prioritas. Seperti berdirinya 3 Pendidikan Tinggi Negeri di Banyuwangi yang mampu dibangun dalam kurun waktu 3 tahun terakhir," kata Bupati.
Pengembangan SDM di bidang pendidikan itu juga akan dibarengi dengan peningkatan di sektor kesehatan, di antaranya peningkatan akses supaya ke depannya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat danmudah. “Di tahun 2016, akan ada revitalisasi puskesmas. Di antaranya berupa peningkatan layanan di Puskesmas Rawat Inap. Kita juga akan melakukan revitalisasi Rumah Sakit dan menambah jumlah dokter spesialis,” cetus Anas.
Bupati juga mengatakan akan meningkatkan kualitas pelayanan publik oleh birokrasi. Masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang lebih dekat dan mudah. “Pelayanan publik akan dipermudah, dimana warga tidak perlu datang ke kantor kabupaten untuk menyelesaikan surat-surat yang diurusnya, karena pengurusannya akan didelegasikan ke kantor-kantor kecamatan dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD),” kata Bupati.
Untuk menanggulangi kemiskinan, Bupati juga berjanji akan mengoptimalkan satgas pemburu kemiskinan untuk menjemput bola. Misal yang bergerak di bidang kesehatan. Mereka bertugas menjemput warga yang tidak mampu berobat. Anak-anak yang drop out juga akan diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya. “Kita ingin tidak ada lagi orang sakit yang tidak bisa berobat dan tidak ada lagi anak- anak di Banyuwangi yang tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya,” ujarnya.
Di sektor pariwisata Bupati juga mengatakan akan terus mengembangkan pariwisata daerah. Sebab pariwisata merupakan salah satu sektor yang tidak terpengaruh oleh kondisi inflasi dunia dan mampu membangkitkan perekonomian rakyat secara langsung. Ia pun ingin Banyuwangi menjadi tujuan pariwisata yang dikenal secara internasional. "Seiring dengan berkembangnya pariwisata daerah target kami, nantinya pesawat bukan hanya direct Jakarta - Banyuwangi dan sebaliknya. Tapi juga direct Banyuwangi ke negara-negara lain di dunia," tuturnya.
Acara tersebut ditutup dengan menyanyikan lagu Umbul-Umbul Blambangan secara bersama-sama. Anggota Paskibraka naik ke atas pentas bersama Bupati Anas. Usai bernyanyi, letupan firework
menjadi penutup dari acara puncak peringatan hari kemerdekaan tersebut.(Humas Protokol)