Mantan Bupati Samsul Hadi Terima Kunjungan Bupati Anas

Kamis, 31 Juli 2014


BANYUWANGI – Tepat di hari ketiga  Idul Fitri 1435 Hijriah Rabu malam (30/7) kemarin, Bupati Abdullah Azwar Anas beserta Ny Dani Azwar Anas mengunjungi mantan bupati Banyuwangi, Samsul Hadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. Meski terbaring sakit dan harus dibantu untuk duduk di tepi pembaringannya, namun orang yang pernah memimpin Banyuwangi itu tampak antusias dan terharu mendapatkan kesempatan dikunjungi Bupati Anas.

Dalam pertemuan singkat tersebut, Bupati Anas menanyakan kondisi kesehatan mantan bupati yang menjabat pada tahun 2000 - 2005 tersebut dan keadaan keluarganya.  Mantan bupati Samsul Hadi yang didampingi Kepala Lapas Marlik Subiyanto dengan lirih menceritakan kondisi kesehatannya yang melemah karena digerogoti penyakit diabetes yang diidapnya sejak tahun 1997. Akibat penyakit tersebut, yang dirasakannya kini adalah rasa kebas pada tangan sebelah kiri dan sering sakit pada bagian perut.

Bupati Anas juga bertanya tentang anak-anak mantan bupati Samsul Hadi yang kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya Malang dan si bungsu yang menempuh ilmu  di Pondok Pesantren Bustanul Makmur Genteng. Tak henti-hentinya Bupati Anas  meminta mantan bupati Samsul Hadi  untuk bersabar menghadapi ujian yang sedang dijalaninya.

Ditemui usai kunjungannya di sel mantan bupati Samsul Hadi, Bupati Anas mengatakan kunjungannya ini sebagai bentuk silaturrahim biasa. “Ini adalah silaturrahim biasa dan penghormatan saya untuk beliau. Apalagi beliau adalah orang yang pernah berjasa untuk Banyuwangi,”ujarnya sambil mengungkapkan keinginannya untuk membantu pembiayaan putra-putra mantan bupati Samsul Hadi yang masih bersekolah.

Sementara itu, Kalapas Marlik Subiyanto mengapresiasi kunjungan tersebut. “Saat lebaran tiba, para tahanan dan narapidana pada umumnya sangat senang jika dijenguk kerabat dan sanak saudaranya. Kunjungan Bupati Anas ini pun tentunya juga akan menjadi penguat bagi mantan bupati Samsul Hadi,” tukas pria asal Nganjuk tersebut.

Suasana di lapas juga terlihat berbeda dari hari-hari biasanya. Sebuah terop layaknya dekorasi pernikahan sengaja dipasang demi kenyamanan keluarga para napi yang berkunjung. Sebab, kata Marlik, sejak lebaran hari pertama jumlah pengunjung membludak. Maklum, total penghuni lapas tersebut banyaknya mencapai 730 orang.

Pada lebaran kali ini, tutur Marlik, ada 362 napi yang mendapatkan remisi, dengan rincian 361 orang remisi biasa berupa pengurangan hukuman sebanyak 15 hari dan ada pula yang 1 bulan. Serta 1 napi mendapatkan remisi khusus yaitu bebas. Pemberian remisi ini, jelas Marlik, juga akan berlanjut Agustus mendatang. 365 napi akan memperoleh remisi. 9 napi diantaranya bebas. (Humas & Protokol)

 

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :