Master Plan 20 Tahun Kedepan Untuk Banyuwangi yang Maju dan Kuat

Selasa, 20 Mei 2014


BANYUWANGI –  Kabupaten Banyuwangi telah merancang kebangkitan daerah dengan sungguh-sungguh. Rancangan itu dituangkan melalui master plan tidak hanya untuk jangka pendek namun juga untuk jangka waktu 20 tahun kedepan. Hal ini disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas pada peringatan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-106, di Taman Blambangan, Selasa (20/5).

Bupati mengatakan, master plan daerah dalam 20 tahun ke depan disiapkan untuk menciptakan Banyuwangi yang maju dan kuat.  Diantaranya dengan memberikan pondasi pengembangan daerah yang tegas dan terarah. “Salah satunya kita melakukan perumusan tata ruang melalui potensi wilayah.  Ini penting agar Banyuwangi kedepan dapat tumbuh dengan merata,” kata Bupati

Bupati melanjutkan, tidak hanya menyiapkan kebangkitan jangka panjang, era kebangkitan juga telah dirintis mulai saat ini. Seperti percepatan kemajuan daerah yang dilakukan melalui pengembangan information and communication Technology (ICT), pembenahan birokrasi, menumbuhkan ekonomi  dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

“Banyuwangi  menjadi kabupaten terdepan di bidang ICT, penilaian keuangan WTP murni juga dapat dipertahankan sejak tahun lalu, pendapatan perkapita daerah yang terus naik serta berbagai program seperti sedekah oksigen, pencanangan I Love Banyuwangi dan promosi yang tak henti-hentinya atas potensi daerah menjadi ikhtiar kita menyongsong masa depan yang maju dan berpondasi kuat di masa yang akan datang,” cetus Bupati.

Bupati menambahkan membangun Banyuwangi juga dilakukan dengan penyiapan SDM. Caranya dengan menyediakan institusi pendidikan berkualitas dan menggaransi keberlangsungan pendidikan. “Kita berikhtiar hingga berdiri Poliwangi, sekolah pilot negeri dan universitas Airlangga. Kita juga memberi beasiswa bagi anak cerdas tidak mampu dan anak putus sekolah karena terkendala biaya,” tuturnya.

Namun Bupati mengatakan membangun daerah bukan hanya kewajiban pemerintah namun perlu partisipasi semua pihak. Termasuk LSM dan mahasiswa bisa berperan aktif mengentaskan permasalahan yang menjadi pe-er daerah seperti buta aksara dan anak putus sekolah.”Kita harus kerja bahu membahu saling bergotong royong. Kalau semua berperan insyaallah buta aksara di Banyuwangi akan yang masih 15 ribu orang akan tuntas sampai akhir 2014. LSM juga bisa membatu Pemkab dengan mencari anak sekolah dan mendampinginya untuk bisa disekolahkan lagi,” ujar Bupati.

Secara khusus Bupati juga meminta semua pihak khususnya para guru di sekolah untuk peduli terhadap kekerasan yang terjadi pada anak. Baik kekerasan fisik maupun seksual yang akhir-akhir ini marak diberitakan media. “Saya minta sekolah mengaktifkan konseling dan terus melakukan pendekatan pada anak agar bisa lebih terbuka. Ini untuk mencegah dan mendeteksi dini setiap kejadian tidak diinginkan yang dialami oleh siswa,” pinta Bupati.

Sementara itu pada pelaksanaan upacara yang diikuti peserta dari unsur TNI/Polri,  Satpol PP, Dinas Perhubungan, karyawan instansi vertikal, unsur PNS, guru, KORPRI, organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, dan  pramuka ini Bupati juga berkesempatan membacakan amanah Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring. Di akhir pelaksanaan upacara dilakukan penyerahan penghargaan bagi beberapa pemenang lomba yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi dan penyerahan Al-quran Braile kepada beberapa SLB dari pihak sponsor.  (Humas Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :