Masyarakat dan Peserta Konferensi Indonesia Berkebun Puas Nikmati Kawasan E-Park Banyuwangi
Jumat, 5 Agustus 2016
Masyarakat dan Peserta Konferensi Indonesia Berkebun Puas Nikmati Kawasan E-Park Banyuwangi
BANYUWANGI – Menjelang puncak pelaksanaan Konferensi ke IV Indonesia Berkebun, yang akan digelar Sabtu besok (6/8), e-park yang berada dalam kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Tawang Alun Banyuwangi mulai ramai dipadati pengunjung. Mulai dari masyarakat, pelajar hingga ibu-ibu peduli tanaman berbondong-bondong mengunjungi area e-park yang disulap menjadi botani ethnic garden tersebut.
Mereka tampak menikmati kawasan yang penuh dengan berbagai macam tanaman buah dan bunga tersebut. Selain masyarakat, para peserta Konferensi Indonesia berkebun juga mulai mengunjungi e-park. Para delegasi kebun dari berbagai penjuru nusantara ini, juga antusias berkeliling menyusuri area seluas dua hektar yang menjelma menjadi taman hijau. Rata-rata mereka mengakui disapa dengan sambutan hangat Banyuwangi menjadi tuan rumah Indonesia Berkebun.
Seperti yang dituturkan peserta Indonesia berkebun dari Jakarta, Dyah Puji Lestari yang memuji e-park Banyuwangi ini. Dyah menilai Banyuwangi bisa memanfaatkan dengan maksimal lahan produktif menjadi sebuah urban farming. Ditunjang masyarakatnya yang antusias menyambut digelarnya Konferensi, bagi Dyah ini merupakan hal yang luar biasa.
“Kami menilai masyarakat disini benar-benar ikut peduli, lihat saja mereka mau datang berbondong-bondong menuju E-Park, ini suatu yang hebat. Karena tak mudah menggerakkan masyarakat suka terhadap lingkungan. Pastinya menularkan semangat berkebun di lahan terbatas ini sangat menyenangkan,” ujar Dyah Puji Lestari saat ditemui di e-park Jumat sore (5/8).
Seiring pembukaan konferensi besok, sebagai tuan rumah Banyuwangi tak ingin mengecewakan peserta. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Banyuwangi, Arief Setiawan, membuat serangkaian kegiatan untuk menyambut konferensi Indonesia berkebun. Di antaranya, lomba menanam tanaman hias di seluruh kantor instansi pemerintah dan swasta. Selain juga lomba membuat tanaman minimalis tingkat pelajar SMP/SMK Adiwiayata dan lomba merangkai buah dan sayur oleh ibu-ibu penggerak PKK se Banyuwangi.
Lomba merangkai buah dan bunga ini, digelar di kawasan E-Park. Acara ini juga dihadiri Ketua Tim PKK Kabupaten Banyuwangi, Ny Ipuk Fiestyandani Azwar Anas beserta Ny Minuk Yusuf Widyatmoko.
Ibu-ibu yang terlibat lomba mengaku sangat antusias mengikuti lomba ini. Karena selama ini mereka hanya belajar merangkai bunga, namun sekarang diberi kesempatan merangkai buah dan sayur. “Ini pertama, namun menyenagkan. Bahan-bahannya ada yang kami ambil dari pekarangan, dan beli di tukang sayur rumah tadi pagi,” ujar Minuk Minarni, peserta dari PKK Muncar.
Pembukaan Konferensi Indonesia Berkebun ke IV sendiri akan digelar besok pagi. “Lewat konferensi ini para penggiat jejaring Indonesia Berkebun akan berdiskusi, menyamakan persepsi antara satu kabupaten/kota dengan lainnya, termasuk pemikiran para akademisi yang tergabung dalam Indonesia Berkebun. Mereka akan membahas program dan strategi bagaimana menularkan semangat kepada publik untuk menciptakan lahan hijau di lahan perkotaan yang terbatas ini,” kata Arief.
Indonesia Berkebun adalah gerakan komunitas yang bergerak melalui media jejaring sosial yang bertujuan untuk menyebarkan semangat positif untuk lebih peduli kepada lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming. Yaitu memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan yang diubah menjadi lahan pertanian/perkebunan produktif lewat peran masyarakat sekitar.
"Dengan digelarnya konferensi ini di Banyuwangi tentunya memacu kami warga Banyuwangi untuk senantiasa menciptakan lahan hijau di setiap sudut rumah dan lingkungan sekitar kita. Bahkan kami juga ingin, masyarakat tidak sekaedar menanam tanaman, namun mulai menanam sayuran dan dan buah-buahan di pekarangannya. Selain tentunya organik, dengan hasil kebun sendiri ini juga akan meningkatkan ketahanan pangan kita," kata Arief.
Konferensi kali ini akan diikuti delegasi dari 24 komunitas kabupaten/kota dan 3 perguruan tinggi di Indonesia. Sore tadi sejumlah peserta telah berdatangan. Mereka ada yang berasal dari Jakrta, Banten, Bali, Surabaya, dan Makasar. (Humas)