Matangkan Persiapan, 1.314 Penari Gandrung Banyuwangi Gladi Bersih di Pantai Boom

Jumat, 16 September 2016


Banyuwangi – Menjelang tampil besok pada pertunjukan kolosal Gandrung Sewu, ribuan penari gandrung menggelar gladi bersih, Jumat (16/9), langsung di pesisir Pantai Boom Banyuwangi, lokasi pagelaran akbar tersebut. Latihan terakhir ini diikuti 1.314 penari gandrung pilihan dari seluruh penjuru Bumi Blambangan.

Latihan ini dimulai pukul 15.00 WIB. Meski sinar  matahari masih cukup terik, ribuan penari tersebut tetap terlihat antusias melatih kekompakan. Mereka fokus  berlatih gerak dan membentuk beragam formasi. Seperti formasi bunga, gelombang, benteng dan masih banyak lagi.

“Gladi bersih ini menjadi latihan pamungkas para talent sebelum tampil esok hari. Ini harus dilakukan seolah-olah sudah tampil sungguhan. Sehingga besok bisa tampil maksimal sesuai arahan pelatih,” kata Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko saat memantau gladi bersih.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY. Bramuda, menambahkan kegiatan ini penting untuk mematangkan persiapan, terutama kekompakan gerak dan formasi tarian. “Hari ini penari tinggal menyesuaikan formasi dengan lokasi,” ujar Bramuda.

Gandrung sewu merupakan event budaya yang digelar setiap tahun dalam rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest). Di perhelatannya yang kelima ini, Gandrung Sewu mengusung tema "Seblang Lukinto". Dalam pelaksanaannya nanti,  akan menyuguhkan tarian Gandrung yang mengisahkan perjuangan rakyat Blambangan melawan penjajah Belanda pada masa 1776-1810.

Tema ini, merupakan kelanjutan dari pertunjukkan Gandrung Sewu tahun lalu yang mengangkat tema "Podo Nonton". Tema "Podo Nonton" menyajikan teatrikal tentang perjuangan rakyat Banyuwangi yang dipimpin Rempeg Jogopati dalam melawan penjajahan VOC. Saat itu, tarian diakhiri dengan kisah perlawanan para pejuang hingga titik akhirnya.

Ditambahkan Bramuda, Gandrung Sewu tahun ini lebih sulit dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Karena dalam tema "Seblang Lukinto", lebih dominan memainkan gerakan tari dan formasi gandrung.

“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini suguhan fragmen dan treatrikal hanya 20 persen, selebihnya lebih mengeksplorasi koreografi. Sehingga diperlukan kekompakan dan gerakan tari yang sama, agar penampilan penari bagus,” imbuh Bramuda.

Meski demikian, lanjut dia, pagelaran tahun ini dipastikan bakal lebih menarik. Karena gerakan penari lebih tereksplorasi melalui formasi-formasi yang akan ditampilkan. “Selain view nya indah, koreografinya lebih seru dan beragam. Bakal nyesel kalau gak nonton,” cetus Bramuda.


Festival Gandrung Sewu 2016 ini melibatkan 1.314 penari gandrung dan 26 wiyogo. Mereka sudah berlatih sejak awal Agustus lalu dibawah asuhan 48 pelatih gandrung di Banyuwangi. (Humas)

 


 

 

 


 


 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :