Melengkapi Destinasi Wisata Baru, Festival Buah Lokal Siap Digelar
Jumat, 20 Maret 2015
BANYUWANGI – Melengkapi agenda pariwisata di hari Sabtu (28/3) Pemkab Banyuwangi juga akan menggelar Festival Buah Lokal. Sebuah festival yang akan menjajakan bermacam komoditas buah lokal Banyuwangi, mulai dari buah durian, buah naga, jeruk, manggis, pisang, melon, semangka dan pepaya.
“Festival ini sengaja kami gelar untuk menunjukkan kepada masyarakat betapa banyak potensi buah lokal yang dihasilkan dari Banyuwangi. Betapa besar produktivitas buah Banyuwangi, ayo budayakan gemar makan buah,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Hortikultura Kabupaten Banyuwangi, Ikrori Hudanto.
Festival yang akan dilaksanakan di Gesibu, Taman Blambangan tanggal 28 Maret – 3 April 2015. Selama festival buah lokal ini, bermacam produk unggulan dari hortikultura komoditas buah-buahan akan ditampilkan. Diantaranya, semangka, melon, rambutan,durian, pisang, buah naga, jeruk, jambu biji, belimbing. Buah-buahan itu akan dijajakan di sepanjang stand yang telah disiapkan pemerintah daerah. Masyarakat tinggal memilih aneka macam buah yang disukainya.
Dari sekian unggulan hortikultura buah saat ini yang tengah menjadi primadona adalah buah naga. Buah naga Banyuwangi memiliki kualitasnya baik dan produksinya melimpah. Apalagi buah naga tidak memiliki musim panen tertentu, buah naga akan terus berproduksi. Bahkan ada yang tiap minggu panen. Dari tahun ke tahun, produktivas buah naga selalu selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 produksi buah naga Banyuwangi sebesar 12.936 ton dan meningkat 16.631 ton di tahun 2013. Pada tahun 2014 meningkat secara signifikan sebesar 28.819 ton. Selain buah naga yang menjadi buah unggulan Banyuwangi adalag durian. Buah durian ini banyak ditemui, terutama di daerah Kalipuro, Glagah, Songgon dan Sempu.
“Ini menunjukkan Banyuwangi tidak hanya sebagai daerah dengan produktifitas buah naga terbesar, tetapi juga bisa dikatakan sebagai destinasi pariwisata baru di Banyuwangi. Sehingga bisa menjadi salah satu obyek yang bisa dikunjungi wisatawan,” kat Ikrori.
Selain komoditas unggulan buah, tanaman pangan seperti beras organik, agensi hayati, serta jagung, kedelai dan ubi kayu, dan pisang juga akan mengisi festival ini. Termasuk berbagai jenis tanaman hias, tanaman biofarmaka dan sayuran dalam polybag seperti cabai merah, cabai kecil, tomat, terung, seledri, kobis, caisim dan brokoli akan tersusun indah di festival ini.
“Selain meningkatkan nilai jual dan keuntungan pedagang buah, festival ini digelar sebagai ajang belajar melayani pembeli dengan penyiapan packaging (kemasan) yang baik. Ini untuk memberi nilai tambah (value added) dan harga jual. Selama ini pembeli hanya melayani pembeli dengan hanya menggunakan tas kresek plastik. Jika dikemas dengan apik, maka oleh-oleh tadi bisa menjadi buah tangan yang semakin istimewa,” ujar Ikrori. (Humas Protokol)