Menhub Jonan Siap Bantu Pembangunan Bandara Blimbingsari Banyuwangi
Kamis, 16 Juni 2016
Banyuwangi- Menjelang masa puncak arus mudik lebaran kali ini, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melakukan kunjungan ke Banyuwangi untuk memantau persiapan beberapa moda transportasi. Salah satu yang dikunjungi oleh Menteri Jonan adalah Bandara Blimbingsari Banyuwangi pada Kamis (16/6).
Dalam pantauannya, Menteri Jonan melihat potensi Bandara Blimbingsari untuk bisa dikembangkan lebih besar lagi. Di antaranya adalah dengan mempercepat pembangunan terminal Bandara Blimbingsari yang sudah dikembangkan oleh Pemkab Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, menurut Menteri Jonan, Kementerian Perhubungan siap untuk melanjutkan proses pembangunan Bandara Blimbingsari. "Ini akan cepat pembangunannya jika ditangani oleh pusat (Kemenhub)," papar Menteri Jonan.
Menyambut tawaran tersebut, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko menyatakan kesiapan Pemkab Banyuwangi untuk menyerahkan proses pembangunan yang mengusung konsep green arsitecture tersebut ke Pemerintah Pusat kapanpun saja. "Pak Bupati sendiri, berkeinginan untuk menyerahkan pembangunan Bandara Blimbingsari kapan saja ke Pemerintah Pusat," ujar Wabup Yusuf.
Namun, lanjut Wabup Yusuf, pembangunan Bandara Blimbingsari tidak serta merta bisa diserahkan ke Pemerintah Pusat. Karena pada saat ini, proses pembangunan Bandara Blimbingsari telah memasuki proses lelang tahapan terakhir dari pembangunan bandara yang didesain oleh arsitektur kenamaan Andra Matin. "Tidak bisa diserahkan langsung ke Pemerintah Pusat karena sudah masuk proses lelang tahap akhir pembangunan Bandara," ungkap Wabup Yusuf. "Setelah proses pembangunan bandara selesai, kita siap untuk langsung menyerahkan pada Pusat," tegasnya.
Selama ini, Pemkab Banyuwangi secara bertahap melakukan penganggaran dalam pembangunan Bandara Blimbingsari. Sejak tahun 2014 hingga 2016, Pemkab Banyuwangi telah mengucurkan dana sebesar Rp. 48 Milyar serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Jawa Timur yang mencapai Rp. 59,5 Milyar untuk pembangunan Bandara Blimbingsari.
Dengan alokasi yang sedemikian besar, menurut Wabup Yusuf, memang perlu adanya bantuan dari Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan Bandara Blimbingsari. "Tahun 2016 merupakan tahap akhir pembangunan terminal bandara. Intervensi Pemerintah Pusat memang perlu untuk mempercepat pembangunan daerah," harapnya.
Pemkab Banyuwangi sendiri memiliki impian tersendiri terhadap bandara kebanggaan warga Banyuwangi ini. Dengan mengusung konsep green arsitecture menegaskan visi Pemkab Banyuwangi untuk menjadikan Bandara Blimbingsari sebagai bandara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable). Bandara yang didesain oleh arsitek nasional Andra Matin ini, desainnya dipenuhi dengan ornamen kayu dan ventilasi udara serta cahaya matahari yang leluasa menyorot ke dalam terminal, dimaksudkan dapat mengurangi penggunaan listrik dari AC maupun lampu penerangan pada siang hari.
Selain itu, pembangunan bandara yang sudah mencapai 80 persen tersebut juga mengusung kearifan lokal dalam bentuk desainnya. "Jika dilihat dari kejauhan maka tampak seperti udeng khas Banyuwangi," ungkap Bupati Anas beberapa waktu lalu kala menjelaskan keunikan arsitektur Bandara Blimbingsari.
Setelah itu, Menteri Jonan mengharap Pemkab Banyuwangi untuk segera bersurat ke Kementerian Perhubungan guna membahas pola pembangunan Bandara Blimbingsari selanjutnya. "Pak Menteri, mengharap Pak Bupati segera mengirim surat ke kementerian (perhubungan)," jelas Wabup Yusuf.
Menteri Jonan sendiri, selain melihat Bandara Blimbingsari, dalam kunjungan singkatnya tersebut juga memantau Stasiun Kereta Api Banyuwangi Baru dan Pelabuhan Ketapang. Secara garis besar, Menteri Jonan, melihat kedua tempat lalu lalang para pemudik tersebut telah siap untuk digunakan pada masa arus mudik maupun balik pada lebaran mendatang. (Humas)